Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Dusun Kandangan di Kecamatan Tanjunganom, yang Sulap Lokalisasi Jadi Kampung Bibit Tanaman Buah

Karen Wibi • Minggu, 11 Mei 2025 | 12:30 WIB
Warga Dusun Kandangan di Kecamatan Tanjunganom dengan Tanaman Bibitnya
Warga Dusun Kandangan di Kecamatan Tanjunganom dengan Tanaman Bibitnya

JP Radar Nganjuk - Dusun Kandangan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom dikenal sebagai salah satu lokalisasi di Kota Angin. Stigma itu melekat sangat kuat. Meski Lokalisasi Kandangan telah ditutup.

Agar Kandangan tidak dikenal karena dunia malam maka warga di sana berusaha keras mengubah. Mereka menjadikan Kandangan sebagai penghasil bibit tanaman buah. 

Nama dusunnya adalah Dusun Kandangan. Sebuah dusun yang lokasinya berada di Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom.

Bagi sebagian orang, lokasi tersebut dikenal dengan bisnis esek-esek. Karena memang, selama bertahun-tahun, lokasi tersebut pernah menjadi tempat berkumpulnya pria hidung belang dan pekerja seks komersial (PSK).

 Kini lokasi itu sudah ditutup. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang menganggap lokasi tersebut masih sama seperti dulu. Hal itu yang ingin diubah oleh masyarakat sekitar. Yaitu dengan mengubah branding menjadi kampung bibit.

 

Ribuan bibit tanaman buah yang di budidayakan oleh Warga Dusun Kandangan
Ribuan bibit tanaman buah yang di budidayakan oleh Warga Dusun Kandangan

Salah satu orang yang menjadi petani bibit di lokasi tersebut adalah Bagus Tunggul Wibisono.

Pria berusia 39 tahun itu mengatakan keluarganya sudah memiliki bisnis perkebunan bibit buah sejak puluhan tahun lalu. Turun temurun dari sang ayah, “Sejak tahun 2006 sudah saya pegang. Totalnya ada sekitar 4 hektare,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

 Bagus menceritakan, bisnis miliknya bermula sekitar tahun 90 an. Kala itu sang ayah ingin memulai bisnis. Karena hanya memiliki modal pengetahuan pertanian, maka dia membuat perkebunan bibit buah.

 Saat itu hanya bibit buah mangga yang dibudidayakan. Karena memang, buah mangga menjadi primadona kala itu. Pengirimannya hingga berbagai daerah di Jawa Timur.

 Namun pada 2006, sang ayah meninggal dunia. Mau tak mau Bagus yang harus menggantikannya. Dia lalu melanjutkan bisnis sang ayah.

Hingga saat ini bisnis miliknya berkembang. “Sampai saat ini saya memiliki 27 karyawan,” tambahnya.

Baca Juga: Polres Nganjuk Gencar Patroli Malam Hari Jelang Long Weekend. Ini Titik Lokasinya

 Bagus mengatakan, bisnis yang dirintis sang ayah banyak menginspirasi warga sekitar. Hasilnya pengusaha bibit buah tidak hanya Bagus seorang. Namun juga puluhan warga lain.

Puluhan warga itu lah yang kini ingin mengubah branding Dusun Kandangan dari eks-lokalisasi menjadi kampung bibit buah.

 Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk Itsna Shofiani mengatakan kampung tersebut memiliki potensi yang luar biasa.

Karena diketahui, saat ini, pengiriman tidak hanya untuk Kabupaten Nganjuk. Melainkan banyak daerah di Indonesia.

Oleh sebab itu, pihaknya akan terus melakukan pendampingan agar bisnis kampung bibit buah dapat terus berkembang. “Kampung bibit di Kecamatan Tanjunganom sangat potensial,” ujarnya. (wib/tyo)

Editor : Elna Malika
#tanjunganom #psk #dunia malam #buah #penghasil #kedungrejo #warga #lokalisasi #radar nganjuk berita hari ini #pria hidung belang #Kandangan #nganjuk #bisnis #Disperta #branding #dusun #ditutup #bisnis esek-esek #KOTA ANGIN #Salah Satu #bibit tanaman #stigma