JP Radar Nganjuk - Petugas di Dinas Pemadaman dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk memiliki ribuan tugas. Tidak hanya memadamkan api saja.
Melainkan juga hal-hal yang kadang dianggap sepele. Seperti mengevakuasi tokek di rumah hingga kepala kucing yang tersangkut di sepeda.
ADA kebakaran? Panggil damkar. Ada binatang buas? Panggil damkar. Bahkan ada kepala kucing yang tersangkut di sepeda anak-anak? Panggil damkar.
Begitu apa yang dipikirkan oleh masyarakat di Kabupaten Nganjuk ketika ada masalah yang mengancam atau tidak mengancam nyawa.
Nyaris semuanya akan diserahkan ke petugas dari Dinas Pemadaman dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk.
Namun ternyata itu benar. Nyaris semua masalah tersebut akan diselesaikan oleh petugas damkarmat.
Entah yang mengancam nyawa atau tidak. Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Damkarmat Kabupaten Nganjuk Yudi Satria Mahardi.
“Damkarmat memiliki banyak tupoksi di bidang pencegahan dan bidang pemadaman,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Untuk memaksimalkan tugas tersebut, banyak yang dilakukan oleh damkarmat. Salah satunya adalah dengan memiliki lima pos yang tersebar di seluruh wilayah Nganjuk.
Antara lain 1 kantor mako Damkarmat, dan empat pos bantuan yang ada di Rejoso, Tanjunganom, Lengkong dan Pace.
“Lima pos itu wilayah kerjanya dilihat dari jarak evakuasinya, jadi saling koordinasi,” tutur Yudi.
Lebih lanjut, Yudi mengungkapkan, sarana prasarana yang dimiliki oleh Damkarmat Nganjuk bisa dibilang cukup.
Untuk armada pihaknya memiliki 7, namun saat ini ada 1 yang mengalami rusak berat. Selain itu ada juga peralatan untuk penyelamatan dan evakuasi hewan.
Menurut Yudi, ada beberapa hambatan yang biasanya menghambat petugas damkar dalam menjalankan tugasnya.
Salah satunya adalah perjalanan menuju lokasi. “Kalau pas pagi itu bareng-bareng anak sekolah, itu bisa menghambat kami untuk sampai cepat ke lokasi,” paparnya.
Selain itu, yang menjadi hambatan adalah lokasi yang tidak bisa memungkinkan untuk masuk. Sebab truk damkar yang berukuran besar tak jarang sulit menembus lokasi.
“Kadang itu terhambat gapura, truk kami kan ada yang kecil dan ada yang besar,” tambahnya.
Jika menemui hambatan seperti itu, para personel tentunya harus memutar otak. Mereka harus masuk ke dalam lokasi menggunakan truk kecil, sedangkan truk besar mereka gunakan untuk supply air. (nov/wib)
Editor : Elna Malika