Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bandara Dhoho Mau Berubah Jadi Status Terminal Penumpang Internasional? Begini Faktanya

Elna Malika • Senin, 12 Mei 2025 | 19:11 WIB
Suasana di Dalam Bandara Dhoho
Suasana di Dalam Bandara Dhoho

JP Radar Nganjuk - Bandara Dhoho Kediri, yang mulai beroperasi sejak 18 Oktober 2024, tengah bersiap untuk naik kelas menjadi Terminal Penumpang Internasional (TPI).

Sebagai bandara pertama di Indonesia yang dibangun sepenuhnya dengan dana swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), bandara ini menarik perhatian dengan rencana melayani penerbangan internasional, terutama untuk ibadah haji dan umrah, yang ditargetkan mulai akhir 2024 atau awal 2025.

Apa saja fakta di balik ambisi besar ini?

Bandara Dhoho memiliki landasan pacu sepanjang 3.300 meter, mampu menampung pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777-300ER, cocok untuk penerbangan jarak jauh.

Terminal seluas 18.224 meter persegi dirancang untuk menampung 1,5 juta penumpang per tahun pada tahap awal, dengan potensi ekspansi hingga 10 juta penumpang di masa depan.

Fasilitas pendukung seperti konter imigrasi, boarding bridge, dan sistem IT untuk pemeriksaan keimigrasian sedang disiapkan. Apron komersial, apron VIP, dan empat taxiway juga telah dibangun untuk memastikan kelancaran operasional pesawat besar.

Untuk mendukung status TPI, Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Kediri mengusulkan penambahan personel dari 46 menjadi 80-100 orang, khususnya untuk bertugas di bandara.

Langkah ini bertujuan memperkuat pengawasan penerbangan internasional, termasuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sosialisasi kepada masyarakat dilakukan agar warga ikut memantau potensi TPPO. Koordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi juga sedang berlangsung untuk memastikan peralatan IT keimigrasian siap digunakan sesuai standar internasional.

Aksesibilitas menjadi kunci dalam persiapan Bandara Dhoho. Empat moda transportasi umum telah disediakan, termasuk bus DAMRI, PO Harapan Jaya, taksi Bluebird, dan kendaraan online, dengan rute seperti Terminal Gayatri Tulungagung dan Terminal Pare.

Pembangunan akses tol Kediri-Kertosono dan Kediri-Tulungagung juga dikebut untuk memudahkan perjalanan darat.

Bandara ini diproyeksikan menggerakkan ekonomi lokal, dengan tiga stand UMKM di terminal yang memamerkan produk khas Kediri. Sektor agrobisnis dan pariwisata di wilayah sekitar, seperti Blitar dan Nganjuk, juga diharapkan ikut berkembang.

Baca Juga: Sudah Tau Belum? Ini Jadwal dan Rute Penerbangan Bandara Dhoho Kediri Terbaru Mei 2025

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa Bandara Dhoho akan menjadi bandara kedua di Jawa Timur setelah Juanda yang melayani penerbangan internasional.

Fokus awal adalah penerbangan haji dan umrah, dengan rencana pembangunan asrama haji di Kediri bersama Kementerian Agama untuk memfasilitasi jemaah dari tujuh kabupaten di Jawa Timur.

PT Surya Dhoho Investama, pengelola bandara, terus berkoordinasi untuk menambah rute internasional secara bertahap. Dengan potensi menampung jutaan penumpang, bandara ini berpeluang menjadi salah satu yang tersibuk di Indonesia.

Perjalanan Bandara Dhoho Kediri menuju status TPI bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang didukung infrastruktur mumpuni, persiapan keimigrasian, dan konektivitas yang memadai.

Jika semua berjalan sesuai rencana, bandara ini tidak hanya akan menjadi pintu masuk baru untuk penerbangan internasional, tetapi juga katalis pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Timur. Kediri siap menyambut dunia, dan fakta-fakta ini membuktikan kesiapannya.

Editor : Elna Malika
#potensi #penerbangan internasional #rencana #naik kelas #tppo #tpi #radar nganjuk berita hari ini #Bandara Internasional Dhoho Kediri #kpbu #pesawat #damri #Terminal Penumpang #harapan jaya #internasional #tol Kediri-Kertosono #bluebird #keimigrasian #apron #transportasi umum #terminal gayatri #tol kediri-tulungagung #taksi #Dana Swasta #ibadah haji dan umrah