NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Jemaah haji Kabupaten Nganjuk bertambah dua kloter. Hal ini menyusul adanya sistem syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji yang mengurusi mulai dari pelayanan jemaah selama di Tanah Suci.
Mulai dari visa jemaah, hotel, makan hingga tranportasi jemaah.
Untuk diketahui, syarikah bertanggung jawab atas layanan jemaah. Mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, dan pergerakan selama di Tanah Suci.
Atas kebijakan tersebut, pihak Kemenag Nganjuk langsung menambah kloter yang sesuai dengan syarikah.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hanif Kamaludin menjelaskan Kebijakan terbaru Pemerintah Arab Saudi menunjuk delapan syarikah sebagai mitra resmi penyelenggaraan haji.
“Yang diberikan kewenangan Saudi sana sekarang komunikasi dengan syarikah, maka di dalam 1 kloter harus ada 1 syarikah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, perubahan tersebut berdampak pada kloter jemaah. Jika sebelumnya Kabupaten Nganjuk ada dua kloter, namun saat ini bertambah menjadi empat.
“Setelah kloter 45, ada dua kloter susulan lagi untuk mencari kesamaan syarikahnya,” tambahnya.
Namun, dari tiga kloter terakhir tersebut, Hanif menyebut, para jemaah Kabupaten Nganjuk akan bergabung dengan jemaah dari kota yang lain. “Itu nanti akan terkumpul di Asrama Haji Surabaya,” tambahnya.
Dengan kebijakan tersebut, menurut Hanif dalam rangka menata supaya posisi jemaah jelas. Disamping itu, memungkinkan jemaah yang illegal tidak bisa masuk.
“Karena sekarang semuanya ada identitas, visa itu juga sudah menyebutkan syarikah-nya,” tutur Hanif.
Rencananya, kloter 45 sebanyak 131 jemaah diberangkatkan kemarin pagi di Pendapa KRT Sosrokoesoemo. Selain ratusan jemaah, ada empat petugas yang ikut dalam rombongan tersebut. (nov/tyo)
Editor : Elna Malika