JP Radar Nganjuk – Dulu, sebelum travel online menjamur dan kereta ekonomi jadi nyaman, bus malam adalah raja jalanan.
Terutama bagi warga Nganjuk yang hendak merantau ke Jakarta, pilihan utama mereka adalah bus-bus besar yang berjajar gagah di Terminal Anjuk Ladang.
Nama-nama seperti Harapan Jaya, Gunung Harta, hingga Pahala Kencana bukan sekadar angkutan, mereka adalah saksi bisu perjuangan para perantau.
Masih ingat suara kenek yang berteriak “Jakartaaa... Jakarta tiga bangku kosong...”? Momen-momen itu kini tinggal kenangan manis.
Trayek Nganjuk–Jakarta adalah salah satu jalur terpadat pada masanya. Dengan waktu tempuh sekitar 14–16 jam, bus menjadi tumpuan harapan para pelajar, pekerja, hingga pedagang yang membawa mimpi besar ke ibu kota.
Terminal-terminal seperti Purabaya (Surabaya), Kartasura, dan Cikampek menjadi saksi lalu lalangnya bus malam yang tak pernah sepi.
Di masa itu, keberangkatan malam hari adalah pilihan utama karena lebih hemat waktu dan biaya penginapan.
Berikut beberapa nama bus yang sempat merajai jalur ini dan tak jarang menjadi langganan tetap warga Nganjuk:
1. PO Harapan Jaya
Siapa yang tak kenal bus dengan livery merah-putih keemasan ini? Berbasis di Tulungagung, Harapan Jaya adalah primadona di jalur timur. Fasilitasnya lengkap, mulai dari kursi rebahan, makan satu kali, hingga kru yang terkenal ramah.
2. PO Gunung Harta
Dengan armada yang terawat dan desain livery yang futuristik, Gunung Harta dikenal sebagai bus nyaman untuk perjalanan jarak jauh. Banyak perantau muda yang menjadikan PO ini sebagai pilihan karena harga bersaing dan interior modern.
Baca Juga: Info Terbaru Mei 2025! Tarif dan Rute Bus Rosalia Indah dari Nganjuk ke Seluruh Jawa dan Sumatera
3. PO Pahala Kencana
Pernah menjadi raja rute panjang, Pahala Kencana punya banyak jadwal keberangkatan dan cakupan rute yang luas. Meski kini popularitasnya sedikit menurun, dulunya bus ini kerap menjadi opsi utama warga yang hendak ke Jabodetabek.
4. PO Sinar Jaya
Bus serba ada. Mau ekonomi AC, bisnis, sampai sleeper bus, semua ada di Sinar Jaya. Dulu Sinar Jaya jadi andalan karena banyak pilihan keberangkatan dan sering lewat jalur-jalur favorit.
5. PO Lainnya yang Tak Kalah Ikonik
Ada juga PO Haryanto, Eka-Mira, dan Rosalia Indah yang kadang lewat Nganjuk meski bukan trayek utama mereka. Penumpangnya loyal karena kenyamanan dan reputasi pelayanan.
Baca Juga: Hunting Bus dan Truk Jadi Simbol Kreatifitas Anak Muda, Bus Seperti Apa yang Paling Favorit?
Kalau dulu, naik bus malam itu soal kebersamaan, ada yang ngobrol sepanjang jalan, ada yang bawa nasi bungkus dari rumah, bahkan tukang jajanan keliling yang naik ke dalam bus saat berhenti di terminal.
Sekarang, pilihan naik bus perlahan mulai ditinggalkan. Travel, kereta api, dan pesawat low cost mulai mengambil peran.
Tapi rasa rindu naik bus malam tetap hidup, terutama saat mendengar suara telolet khas dan aroma khas kabin bus yang sempit tapi hangat.
Bus-bus itu bukan hanya kendaraan, tapi juga bagian dari hidup.
Mereka mengantar anak muda mengejar mimpi, pekerja membawa rezeki, dan orang tua mengantar anaknya ke rantau dengan peluk haru. Bus adalah tempat tawa, tangis, dan doa-doa dalam diam.
Kini, jalur Nganjuk–Jakarta tak seramai dulu. Tapi kenangan bersama bus-bus legendaris itu tetap hidup dalam ingatan.
Mungkin kamu pernah tertidur di bangku bus dengan bantal kecil dan selimut tipis, atau pernah menatap lampu jalan sambil membayangkan hidup baru di kota.
Momen itu mungkin sederhana, tapi sangat bermakna.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira