Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Cuaca Ekstrem Landa Nganjuk, Longsor dan Banjir Terjadi di Ngetos dan Sukomoro

Karen Wibi • Senin, 19 Mei 2025 | 20:56 WIB
Desa Kepel, Kecamatan Ngetos mengalami longsor kemarin. Tidak ada korban jiwa.
Desa Kepel, Kecamatan Ngetos mengalami longsor kemarin. Tidak ada korban jiwa.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Nganjuk. Akibatnya, pada Sabtu malam (17/5) terjadi bencana alam di beberapa wilayah di Nganjuk.

Bencana paling parah yaitu tanah longsor yang terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos. Kemudian, banjir yang kembali menerjang Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Gunarto mengatakan, cuaca ekstrem menjadi faktor utama bencana alam di Nganjuk.

“Hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan tanah longsor di Ngetos dan banjir di beberapa titik,” ujarnya.

Beruntung, hingga siang kemarin, tidak ada kabar adanya korban jiwa. Karena longsor yang terjadi di Ngetos berada di daerah perbukitan.

Jauh dari wilayah pemukiman warga. Meski demikian, BPBD Nganjuk masih terus melakukan asesmen.

“Semoga tidak ada korban jiwa,” tambahnya. Sementara itu, Kabupaten Nganjuk yang seharusnya mulai memasuki musim kemarau di awal Mei, kenyataannya malah sebaliknya.

Nganjuk masih terus diterjang hujan deras. Hal itu terjadi karena beberapa gangguan cuaca.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk Sumber Harto. Menurut BMKG, Kabupaten Nganjuk seharusnya mulai memasuki kemarau sejak beberapa hari yang lalu.

“Namun yang terjadi malah sebaliknya. Nganjuk kembali diterjang cuaca buruk. Tapi tidak hanya Nganjuk, melainkan se Jawa Timur,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Ada penyebab mengapa cuaca ekstrem terjadi. Alasan pertama karena seluruh wilayah di Jawa Timur masih berada di musim penghujan.

Selain itu, kelembapan udara yang tinggi mulai lapisan bawah hingga menengah mendukung terbentuknya awan konvektif yang masif.

Serta, adanya daerah pertemuan massa udara dan gangguan gelombang atmosfer Rossby mendukung terbentuknya daerah pertemuan awan hujan.

Akibat hal-hal itu, ada banyak bencana yang mengintai. Mulai dari hujan lebat, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.

Sebenarnya, sesuai prediksi, cuaca buruk hanya akan berlangsung hingga 17 Mei. Namun ternyata cuaca buruk masih terus berlanjut.

Diprediksi kondisi itu masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. “Selama sepekan ke depan akan banyak hujan kencang disertai petir,” tambahnya. (wib/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#bmkg #berita nganjuk hari ini #bencana alam #nganjuk #cuaca nganjuk #cuaca ekstrem #musim kemarau