Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Bus Kawan Kita, Jejak Transportasi Lokal yang Tak Lekang Waktu di Nganjuk

Elna Malika • Selasa, 20 Mei 2025 | 22:00 WIB
Bus Kawan Kita
Bus Kawan Kita

JP Radar Nganjuk - Di tengah maraknya transportasi online dan moda modern antarkota, nama Bus Kawan Kita masih akrab terdengar di telinga warga Nganjuk.

Angkutan legendaris ini telah melayani masyarakat sejak era 1980-an, menjadi saksi sejarah perjalanan ribuan orang yang menempuh rutinitas harian, dari pedesaan menuju kota, dari pasar ke sekolah, dari rumah ke tempat kerja.

Bus Kawan Kita dikenal sebagai transportasi rakyat. Armada ini menyusuri jalur-jalur lokal yang tidak dijangkau bus besar antarkota.

Ukurannya sedang, tampilannya sederhana, dan tarifnya terjangkau. Dulu, hampir semua warga Nganjuk pasti pernah naik bus ini, entah untuk bepergian ke Kediri, Jombang, atau bahkan sekadar jalan-jalan ke pasar bersama keluarga.

Salah satu ciri khas dari Bus Kawan Kita adalah tulisan besar "Kawan Kita" di bagian depan dan samping bodi.

Warna catnya sering berubah seiring waktu, tapi nuansa klasiknya tetap terasa. Meski terkesan jadul, armadanya dirawat secara berkala agar tetap laik jalan.

Beberapa bus bahkan masih mempertahankan interior asli, dengan jok berbahan kulit sintetis dan kipas angin manual yang menempel di langit-langit.

Seiring berkembangnya zaman dan munculnya moda transportasi baru, keberadaan Bus Kawan Kita sempat tergerus.

Beberapa trayek dihentikan, dan jumlah armada berkurang drastis. Namun, semangat untuk terus melayani masyarakat tidak pernah padam.

Operator tetap mengoperasikan rute-rute vital yang masih dibutuhkan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang belum tersentuh transportasi daring.

Salah satu rute yang masih aktif dijalani Bus Kawan Kita hingga sekarang adalah trayek Nganjuk–Kediri.

Dengan lintasan yang melewati jalur utama dan kawasan padat penduduk, yaitu Nganjuk – Loceret – Pace – Kandangan – Mojoroto, sebelum akhirnya tiba di Terminal Tamanan, Kediri.

Jalur ini bukan hanya vital secara geografis, tapi juga menjadi urat nadi mobilitas harian warga antar-kabupaten, terutama bagi yang tinggal di daerah pinggiran.

Bus Kawan Kita melayani rute ini dengan frekuensi cukup teratur, terutama dari pagi hingga sore hari.

Penumpang bisa naik dari Terminal Anjuk Ladang ataupun langsung dari pinggir jalan di sepanjang jalur yang dilewati.

Dengan tarif sekitar Rp10.000–Rp15.000, bus ini menjadi solusi ekonomis dan mudah dijangkau oleh pelajar, pekerja harian, pedagang, hingga warga yang hendak berobat atau mengurus keperluan di Kota Kediri.

Yang membuat bus ini tetap diminati adalah kemudahan akses dan suasana khas yang ditawarkan.

Tanpa perlu aplikasi atau antrean rumit, warga bisa langsung naik dari tepi jalan. Sopir dan kenek yang sudah bertahun-tahun melayani rute ini pun dikenal ramah.

Banyak penumpang tetap yang sudah akrab, menciptakan suasana perjalanan yang akrab seperti keluarga.

Selain rute Nganjuk–Kediri, dulu Bus Kawan Kita juga melayani trayek lain seperti Nganjuk–Jombang dan Nganjuk–Kertosono.

Meski kini sudah tidak seaktif dulu, nama Kawan Kita masih melekat kuat di hati warga, menjadi simbol era ketika transportasi umum adalah bagian dari budaya lokal, bukan hanya sarana berpindah tempat.

Keberadaan Bus Kawan Kita adalah pengingat bahwa transportasi bukan sekadar alat pengangkut, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial dan kenangan kolektif masyarakat.

Selama masih ada penumpang yang percaya dan jalur yang dilayani, bus ini akan terus berjalan menjadi kawan setia dalam perjalanan keseharian warga Nganjuk.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#antarkota #kediri #radar nganjuk berita hari ini #operator #transportasi online #nganjuk #KITA #legendaris #kabupaten #kawan #bus #mojoroto