NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pendaftaran bari guru yang ingin menjadi kepala TK, kepala SDN, dan kepala SMPN di Kabupaten Nganjuk resmi ditutup.
Hasilnya ada 311 guru yang mendaftarkan diri. “Total ada 311 guru yang mendaftar. Saat ini kami sedang melakukan verifikasi berkas,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Moch Jaenuri kepada wartawan koran ini.
Jaenuri menjelaskan, total guru yang mendaftar untuk menjadi kasek adalah 311 guru. Setelah penutupan, Disdik Nganjuk langsung melakukan verifikasi.
Hasilnya hanya 284 guru yang memenuhi syarat. Sedangkan 27, dinyatakan gugur.
Jaenuri mengaku bersyukur dengan antusiasme guru-guru di Kabupaten Nganjuk.
Karena diketahui jumlah tersebut sudah melebihi jumlah sekolah yang tidak memiliki kasek.
Diketahui, hingga Mei, ada 112 sekolah TK, SD, dan SMP yang tidak memiliki kasek. Rinciannya adalah 1 kepala TK, 98 SD, dan 13 SMP.
Tentu ada alasan mengapa sekolah tersebut tidak memiliki kasek. Salah satunya adalah kasek yang sudah pensiun.
Alasan tersebut menjadi yang paling banyak terjadi di Nganjuk. Selain itu ada juga kepsek yang meninggal dunia selama menjabat.
“Mayoritas banyak kasek yang pensiun dan akhirnya kosong,” tambahnya.
Untuk menyiasati hal itu, maka Disdik Nganjuk memilih pelaksana tugas (Plt). Plt akan dipilih dengan cara ditunjuk.
Mayoritas kepsek tersebut akan ditunjuk dari sekolah terdekat.“Jadi ada beberapa kepala sekolah yang memiliki dua jabatan. Definitif dan Plt,” imbuhnya.
Tentu hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Disdik Nganjuk. Karena dipastikan kinerja dari Plt kasek tidak akan maksimal.
Karena ada beberapa hal tugas yang tidak bisa dikerjakan secara langsung. Melainkan harus melalui izin dari disdik.
Mulai dari tugas penganggaran dan kebijakan penting lainnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira