Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Kenapa Nganjuk Dijuluki Kota CB? Ini Cerita di Balik Suara Brang-Brang

Elna Malika • Jumat, 23 Mei 2025 | 19:00 WIB
Monumen Nganjuk Kota CB saat baru diresmikan
Monumen Nganjuk Kota CB saat baru diresmikan

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Nganjuk dikenal dengan banyak sebutan, tapi bagi para pecinta roda dua, julukan Kota CB adalah yang paling ikonik.

Bukan tanpa alasan, motor CB, khususnya Honda CB klasik, mendominasi jalanan kota ini sejak lama.

Suara knalpotnya yang khas menjadi ciri khas yang mudah dikenali, terutama saat sore menjelang malam.

Fenomena motor CB di Nganjuk berkembang pesat sejak awal 2000-an.

Saat itu, motor-motor lawas ini mulai dimodifikasi oleh para pemuda dengan berbagai gaya, mulai dari yang tetap mempertahankan model klasik hingga yang dirombak total jadi tampilan street fighter. Suara berisiknya bukan gangguan, tapi bagian dari gaya.

Yang menarik, komunitas CB di Nganjuk sangat solid. Dari yang berusia muda sampai yang sudah jadi “sesepuh jalanan,” semuanya punya satu kesamaan, cinta terhadap CB.

Mereka rutin mengadakan kopdar, konvoi, hingga touring lintas provinsi. Bahkan, kegiatan sosial seperti bagi-bagi takjil atau bantuan bencana kerap diinisiasi komunitas CB lokal.

Nganjuk juga punya banyak bengkel spesialis CB. Mulai dari bengkel servis ringan, pengecatan ulang, sampai modifikasi rangka dan mesin, semuanya tersedia lengkap.

Hal ini bikin perawatan CB lebih mudah, dan pemilik bisa bebas berkreasi tanpa harus keluar kota cari suku cadang.

Buat sebagian orang, CB bukan cuma soal gaya, tapi juga soal kenangan dan warisan keluarga. Tak sedikit yang mewarisi motor ini dari ayah atau kakeknya.

Ada rasa bangga ketika bisa menjaga dan menghidupkan kembali motor tua jadi tunggangan yang berkarakter.

Julukan “Kota CB” makin tersohor ketika Nganjuk berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk jumlah motor CB terbanyak se-Indonesia pada 21 September 2019.

“Sudah lama saya memimpikan Nganjuk menjadi Kota CB. Karena memang komunitas CB di sini paling banyak dibandingkan daerah lainnya. Pokok kalau dengar CB, ya identik dengan Nganjuk,” ungkap Abah Qoyum, ketua CB Nganjuk Bersatu, dengan antusias.

Dalam acara tersebut, sebanyak 3.531 motor CB yang memenuhi syarat berhasil didata, jauh melebihi target awal 1.500 unit, menegaskan supremasi Nganjuk sebagai pusat budaya CB.

Bahkan, event besar CB seperti jambore atau anniversary komunitas sering digelar di kota ini, mendatangkan ratusan peserta dari berbagai daerah.

Komunitas CB Nganjuk Bersatu sendiri memiliki 13 chapter, menunjukkan betapa kuatnya jaringan pecinta CB di kota ini.

Meski zaman makin modern, CB tetap punya tempat istimewa di hati warga Nganjuk. Motor-motor matic dan sport mungkin lebih praktis, tapi CB punya jiwa.

Gaya old school-nya mencerminkan semangat bebas, berani, dan penuh solidaritas yang masih hidup sampai hari ini.

Buat kamu yang belum pernah merasakan serunya naik CB keliling Nganjuk, coba deh sekali-sekali ikut konvoi malam minggu bareng komunitas.

Dijamin kamu bakal ngerti kenapa CB bukan sekadar motor, tapi gaya hidup yang mendarah daging di Nganjuk. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#solid #komunitas #Julukan #radar nganjuk berita hari ini #rekor muri #JAMBORE #cb #nganjuk #kota #kopdar #Motor CB