Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Menelisik Monumen CB Warujayeng: Spirit Komunitas CB di Tanah Angin

Elna Malika • Senin, 26 Mei 2025 | 01:20 WIB
Monumen CB Warujayeng
Monumen CB Warujayeng

JP Radar Nganjuk - Kabupaten Nganjuk dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki komunitas motor klasik paling solid, khususnya pecinta Honda CB.

Tak hanya dikenal lewat komunitasnya, eksistensi mereka juga ditandai secara nyata lewat pembangunan monumen CB di berbagai titik.

Salah satu yang paling menonjol adalah Monumen CB di Warujayeng, yang kini menjadi salah satu ikon otomotif klasik di wilayah ini.

Monumen ini tak sekadar menjadi tempat berfoto para biker, melainkan telah menjelma sebagai simbol persatuan dan semangat kolektif para pecinta Honda CB di Nganjuk dan sekitarnya.

Keberadaannya memperkuat citra Nganjuk sebagai "Kota CB", sekaligus menjadi kebanggaan warga setempat yang turut membesarkan budaya otomotif klasik.

 Baca Juga: Ternyata di Nganjuk Ada Dua Tugu CB yang Menyimbolkan Cinta Otomotif Klasik. Disini Lokasinya

Tugu CB yang berdiri kokoh di kompleks Stadion Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, ini diresmikan pada Desember 2023 lalu oleh Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna saat masih menjabat.

Lokasinya yang strategis di Jl. Raya Warujayeng membuat monumen ini mudah diakses dan sering dikunjungi oleh komunitas CB dari luar kota.

Saat momen-momen penting seperti perayaan ulang tahun komunitas atau kopdar akbar, area sekitar monumen ini dipenuhi oleh para biker dari berbagai kota.

Tak jarang pula diadakan bazar otomotif, panggung hiburan, dan lapak UMKM lokal, menjadikannya sebagai pusat keramaian dan pertumbuhan ekonomi kreatif dadakan.

 Baca Juga: Tips Merawat Motor CB untuk Pemula: Biar Motor Tua Tetap Prima dan Awet

Secara desain, monumen ini menggambarkan identitas khas motor CB lengkap dengan ornamen yang kuat akan nuansa klasik.

Tugu ini menjadi ruang berkumpul yang nyaman, tempat komunitas berdiskusi, mengenang sejarah, dan membangun rencana ke depan.

Ia bukan sekadar tugu, tapi saksi bisu dari perjuangan panjang komunitas CB yang tetap eksis di tengah arus modernisasi.

Masyarakat sekitar pun mendapatkan dampak positif. Kehadiran para pengunjung dan event otomotif turut menghidupkan ekonomi sekitar.

Pedagang makanan, bengkel kecil, hingga pengrajin aksesori CB merasakan manfaat dari keberadaan tugu ini.

 Baca Juga: Pencinta CB Wajib Tahu: 7 Sparepart Motor CB yang Paling Dicari di Nganjuk

Monumen ini juga punya makna emosional. Banyak anggota komunitas menjadikannya tempat bersejarah baik untuk memulai perjalanan touring lintas daerah maupun mengenang momen-momen awal mereka jatuh cinta pada CB.

Tak sedikit pula yang menjadikan monumen ini sebagai latar sesi foto atau video dokumenter komunitas.

Sebagai titik kumpul, monumen ini juga mempererat hubungan antar komunitas dari berbagai daerah.

Banyak yang saling bertukar suvenir atau emblem klub sebagai bentuk persaudaraan. Hal ini memperlihatkan bahwa semangat CB bukan hanya tentang motor, tapi juga solidaritas.

 Baca Juga: Kenapa Nganjuk Dijuluki Kota CB? Ini Cerita di Balik Suara Brang-Brang

Monumen CB Warujayeng telah menjadi bukti bahwa budaya klasik tak pernah mati.

Ia hadir sebagai representasi dari semangat, kreativitas, dan kesetiaan terhadap gaya hidup bermotor ala CB.

Di tengah perubahan zaman, tugu ini tetap tegak sebagai pengingat bahwa kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lama adalah warisan yang patut dijaga.

Bagi siapa pun yang mengaku pecinta motor klasik, mengunjungi Monumen CB Warujayeng adalah semacam ziarah.

Sebuah perjalanan ke tempat yang tidak hanya menyimpan motor lawas, tapi juga menyimpan semangat muda, persaudaraan, dan sejarah komunitas yang terus menyala.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#solid #komunitas motor #honda cb #monumen #radar nganjuk berita hari ini #nganjuk #warujayeng