NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Terletak di salah satu sudut Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kampung Sengkuni mulai mencuri perhatian karena karakteristik warganya yang unik dan tak lazim.
Alih-alih tampil biasa seperti kebanyakan perkampungan lain, warga Kampung Sengkuni justru dikenal sebagai “tukang prank” yang hobi menjahili pengunjung.
Meski terdengar negatif, kenyataannya aksi-aksi tersebut bersifat lucu, ringan, dan menghibur bahkan menjadi daya tarik utama yang membawa orang-orang dari luar kota datang hanya untuk merasakan pengalaman iseng khas kampung ini.
Nama “Sengkuni” yang digunakan sebagai identitas kampung tentu mengundang rasa penasaran.
Dalam epos Mahabharata, Sengkuni dikenal sebagai tokoh licik, manipulatif, dan ahli strategi yang selalu punya akal busuk.
Baca Juga: Gempa 5,7 SR Goyang Pacitan, Getaran Dirasakan Hingga Nganjuk
Namun, warga kampung justru dengan sengaja mengambil nama ini sebagai bentuk ironi dan simbol humor.
Mereka menyadari bahwa nama itu bisa menjadi magnet tersendiri, dan dengan menyesuaikan karakter “licik jenaka” itu ke dalam bentuk prank, mereka berhasil mengubah citra negatif menjadi sesuatu yang kreatif dan penuh tawa.
Aksi-aksi prank yang dilakukan warga sangat beragam, mulai dari yang sederhana hingga yang cukup rumit secara teknis.
Beberapa pengunjung mengaku pernah diberikan petunjuk arah yang “menyesatkan” namun berujung di tempat yang justru lebih menarik.
Ada pula tamu yang ditawari jajanan dengan tampilan menyeramkan seperti gorengan hitam atau minuman warna mencolok yang ternyata rasanya lezat dan tidak berbahaya.
Baca Juga: Nganjuk Menuju Zero Knalpot Brong, Satlantas Tilang 259 Pengendara
Tak jarang pula warga mengenakan kostum-kostum aneh atau berdandan seperti tokoh kartun untuk mengejutkan dan menghibur para tamu.
Meski sering menjahili tamu, warga Kampung Sengkuni tetap menjaga etika dan batasan. Setiap aksi prank dirancang agar tidak menyinggung atau mempermalukan siapa pun.
Semua dilakukan atas dasar kesenangan bersama, dengan prinsip saling menghormati.
Pengunjung pun umumnya bisa membedakan mana candaan yang sehat dan mana yang melewati batas, dan mereka merasa nyaman karena prank di kampung ini terasa natural, bukan dibuat-buat atau memaksa.
Baca Juga: Hujan Deras Bikin Warga Nganjuk Waswas. BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Akan Terjadi Minggu Ini
Suasana kampung pun mendukung konsep ini. Dinding-dinding rumah dipenuhi mural berwarna cerah dengan kutipan-kutipan lucu, petunjuk arah yang nyeleneh, dan papan informasi parodi yang tak jarang membuat pengunjung tersenyum sendiri.
Beberapa warga bahkan menyulap halaman rumah mereka menjadi “arena jebakan,” lengkap dengan dekorasi lucu dan spot foto kreatif.
Tak heran jika kampung ini sering disebut sebagai “desa komedi” oleh mereka yang sudah pernah berkunjung.
Gagasan membangun kampung bertema humor ini tidak muncul begitu saja. Konsep tersebut digagas oleh sekelompok pemuda kampung yang resah dengan kondisi desa yang mulai sepi dan kurang dikenal.
Baca Juga: Polres Nganjuk Bongkar Arena Sabung Ayam di Ngronggot, Pelaku Kabur
Mereka kemudian berdiskusi bersama tokoh masyarakat, mencari jalan keluar agar kampung tetap hidup dan memiliki identitas unik.
Dari sanalah lahir ide untuk menjadikan prank sebagai bentuk ekspresi budaya sekaligus strategi promosi wisata yang murah namun berdampak besar.
Salah satu keunikan dari Kampung Sengkuni adalah tingginya partisipasi warga dalam menjalankan “misi iseng” ini.
Hampir semua kalangan terlibat, dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Mereka bekerja sama untuk menciptakan suasana komikal namun tetap ramah.
Baca Juga: Ternyata di Baron Nganjuk Ada Monumen CB yang Masih Jarang dibahas, Disini Lokasinya
Sebelum menyambut tamu, warga sering melakukan pertemuan untuk merancang skenario prank yang aman, lucu, dan kreatif.
Bahkan ada pelatihan singkat agar warga bisa berperan dengan baik saat bercanda dengan pengunjung.
Bagi banyak pengunjung, Kampung Sengkuni bukan hanya soal kelucuan. Di balik lelucon dan keisengan, ada semangat gotong royong dan kreativitas tinggi yang terasa di setiap sudut kampung.
Banyak dari mereka yang akhirnya pulang bukan hanya dengan senyuman, tapi juga dengan pelajaran bahwa kebahagiaan bisa dibangun dari hal-hal sederhana, seperti tawa bersama dan interaksi sosial yang hangat.
Kampung ini kini mulai dikenal luas, terutama setelah konten kreator dan vlogger lokal turut mengangkat kisahnya di media sosial.
Baca Juga: Pengumuman PPPK Tahap Kedua Ditunda, Peserta Harap-Harap Cemas
Video-video prank lucu yang viral membuat nama Kampung Sengkuni melambung, bahkan menarik perhatian media nasional.
Selain sebagai destinasi alternatif yang unik, kampung ini juga mulai dilirik oleh akademisi sebagai contoh praktik wisata berbasis partisipasi warga dan kearifan lokal.
Kampung Sengkuni adalah bukti nyata bahwa sebuah komunitas kecil bisa menciptakan perubahan besar dengan ide sederhana.
Melalui humor dan prank yang penuh canda namun tetap menghormati, warga kampung ini berhasil membangun citra positif, mengundang banyak orang datang, dan menciptakan kebahagiaan bersama.
Bagi siapa saja yang lelah dengan keseriusan dunia, Kampung Sengkuni bisa menjadi tempat sempurna untuk tertawa dan belajar bahwa kebaikan bisa datang dalam bentuk yang tak terduga.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira