Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Pagu Sekolah dengan Jumlah Pendaftar SPMB tidak Seimbang jadi Penyebab Ribuan Siswa SMP Gagal masuk SMAN

Karen Wibi • Sabtu, 31 Mei 2025 | 14:00 WIB

 

Rayon Empat SPMB SMAN di Nganjuk Paling Ketat, Begini Kondisi Persaingan Siswa Berebut Kursi
Rayon Empat SPMB SMAN di Nganjuk Paling Ketat, Begini Kondisi Persaingan Siswa Berebut Kursi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ribuan lulusan SMPN di Kabupaten Nganjuk akan gigit jari di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN. Karena jumlah lulusan SMPN dengan pagu SMAN yang tidak seimbang.

Dari data yang dihimpun koran ini, pada tahun ini, ada 14.066 siswa yang lulus dari bangku SMP. Sedangkan, jumlah kuota kursi di SMAN jauh lebih sedikit.

Hanya 4.766. Artinya ada selisih 9.300 siswa yang dipastikan tidak akan masuk ke SMAN.

“Jumlah lulusan SMP lebih banyak dibanding dengan kuota kursi SMAN,” terang Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jatim Wilayah Nganjuk Evi Dwi Widadjanti kepada wartawan koran ini.

Evi mengatakan selisih antara lulusan SMP dan kuota kursi SMAN adalah hal yang wajar. Karena kejadian itu juga terjadi di banyak wilayah di Indonesia.

Nantinya 9.300 siswa itu dapat memilih sekolah di luar SMAN. Seperti di SMKN, Madrasah Aliyah (MA), hingga sekolah swasta lainnya.

Sedangkan Kabupaten Nganjuk sendiri memiliki delapan SMKN. Seperti di SMKN 1 Nganjuk, SMKN 2 Nganjuk, SMKN 1 Kertosono, SMAN 1 Bagor, SMAN 2 Bagor, SMKN 1 Lengkong, SMKN 1 Gondang, dan SMKN 1 Tanjunganom. “Masih banyak pilihan ketika siswa tidak diterima di SMAN,” tambahnya.

Sedangkan untuk jadwal pendaftaran, ada beberapa jalur antara SMAN dan SMKN yang berjalan bebarengan.

Di tahap satu, pada tanggal 16 hingga 17 Juni, pendaftaran akan meliputi jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba untuk SMAN dan SMKN.

Lalu di tahap kedua, pada tanggal 22-23 Juni, pendaftaran akan dilakukan untuk jalur nilai prestasi akademik atau rapor SMAN.

Dilanjutkan dengan tahap ketiga pada 26 hingga 27 Juni.

Di tahap ketiga akan meliputi jalur domisili untuk SMAN dan SMKN.

Terakhir adalah tahap empat pada tanggal 2 hingga 33 Juli untuk jalur nilai prestasi akademik atau nilai rapor bagi SMKN.

Sementara itu, Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Munawir mengatakan, lulusan SMP di Kabupaten Nganjuk selalu lebih banyak dibandingkan dengan pagu SMAN.

Karena target awal pemerintah adalah menyukseskan wajib belajar sembilan tahun.

Sehingga, semua kecamatan di Kabupaten Nganjuk memiliki SMPN yang lebih dari satu. “Ada 54 SMPN di Kabupaten Nganjuk untuk menampung lulusan SD,” ujarnya.

Munawir meminta, lulusan SMP untuk cermat dalam memilih SMAN. Jangan memaksa jika secara nilai rapor atau jarak rumah dengan sekolah terlalu jauh.

“Pilih SMAN yang peluangnya paling besar diterima,” ujarnya.

Jika peluang masuk SMAN kecil, Munawir berharap, lulusan SMP bisa memilih SMKN.

Karena SMKN juga ada di Kabupaten Nganjuk. “Harus cermat saat SPMB SMAN dan SMKN,” pintanya. (wib/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita nganjuk hari ini #spmb #nganjuk #pendaftaran siswa baru #Sistem Penerimaan Murid Baru 2025