Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Nasib Anak dan Guru TK Dharma Wanita Kemlokolegi Ngungsi ke Balai Desa setelah Atap Kelas Ambruk

Karen Wibi • Minggu, 1 Juni 2025 | 13:00 WIB

 

Guru TK Dharma Wanita mengajar berhitung pada anak didiknya di Balai Desa Kemlokolegi, Kecamatan Baron
Guru TK Dharma Wanita mengajar berhitung pada anak didiknya di Balai Desa Kemlokolegi, Kecamatan Baron
 

JP Radar Nganjuk- Kegiatan belajar mengajar (KBM) di TK Dharma Wanita Desa Kemlokolegi, Kecamatan Baron tidak seperti biasanya.

Karena sejak beberapa hari yang lalu, mereka harus mengungsi di balai desa. Penyebabnya adalah atap ruang kelas ambruk.

“Ayo dibaca…B-u-d-i…apa anak-anak. Iya benar, Budi,” teriak salah seorang guru perempuan.

Di ruangan yang sama juga terdengar seorang guru yang sedang mengajar cara berhitung.

“Di dalam gambar ada berapa buah jeruk anak-anak. Ya, benar buah jeruknya ada empat,” sahut salah seorang guru lain.

Suara kedua guru itu terdengar bersahut-sahutan. Bahkan kadang suara salah satu guru terdengar mengalahkan guru lainnya.

Alhasil, beberapa saat, kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan di Balai Desa Kemlokolegi, Kecamatan Baron itu tidak maksimal.

Ya benar, KBM TK Dharma Wanita Desa Kemlokolegi itu dilakukan di balai desa. KBM di tempat itu sudah berlangsung sejak beberapa hari yang lalu.

Paling tidak yaitu sejak bangunan sekolah rusak. “Sudah pindah ke sini sejak tiga minggu yang lalu,” terang Kepala TK Dharma Wanita Kemlokolegi Hartatik kepada wartawan koran ini.

Hartatik menjelaskan, sejak tiga minggu lalu, bangunan sekolah yang dipimpinnya rusak. Mula-mula kerusakan hanya pada plafon.

Terlihat plafon yang seakan-akan hendak ambruk. Karena khawatir, dia memindahkan KBM di balai desa.

Tentu banyak hal yang dikorbankan saat KBM dipindah ke balai desa. Pertama-tama karena ruangan yang lebih sempit.

Karena sekitar 30 murid TK itu harus belajar di ruang seadanya. Kebetulan, saat itu, ada satu ruangan yang sedang tidak digunakan.

Biasanya ruangan itu digunakan untuk menyimpan alat musik gamelan milik desa. “Ruangannya dibagi dua. Untuk TK A dan TK B,” tambahnya.

Tentu ruangan itu jauh dari kata nyaman. Namun Hartatik berujar jika hal tersebut tidak masalah.

Karena memang Hartatik tidak memiliki banyak pilihan. Karena sejak Senin (26/5) lalu, atap sekolah tersebut benar-benar ambruk.

Beruntung kejadian itu berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

“Untungnya anak-anak masih semangat meski harus belajar di balai desa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kemlokolegi Januar Arif Gunawan mengaku tak masalah karena kantornya harus digunakan untuk KBM TK Dharma Wanita.

Meski demikian Januar menyadari kalau ada beberapa fasilitas yang tidak bisa diberikan oleh pihak desa.

Salah satunya terkait kondisi hening balai desa. Karena di hari biasa, kondisi balai desa akan ramai.

Terlebih ketika ada acara yang berlangsung di balai desa. “Yang terpenting sekarang anak-anak bisa belajar seperti biasanya dulu,” ujarnya. (wib/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#balai desa #berita seputar nganjuk #TK Dharma Wanita #nganjuk hari ini #mengajar #mengungsi