NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Jelang Armuzna, persiapan terus dimatangkan oleh petugas. Nantinya pada saat armuzna akan dibentuk kloter bayangan atau Kafilah.
Sebab rata-rata satu hotel dihuni oleh beberapa jemaah yang kloter campuran. “Rata-rata satu hotel itu campuran kloter, untuk mempermudah itu dibentuklah kafilah atau kloter bayangan,” ujar Ketua TPIH Kloter 7, Muksin.
Menurut Muksin, rata-rata satu hotel itu terdiri dari berbagai kloter. Dari situlah nanti pada saat Armuzna akan mengikuti hotel yang jemaahnya terbanyak.
“Kebetulan kami mengikuti salah satu jemaah hotel terbanyak nanti dan ditambahkan 100 lebih untuk kloter 46 yang kebetulan dari Nganjuk juga,” ungkapnya.
Hingga saat ini, lanjut Muksin, masih proses merapatkan dengan syarikah, termasuk melakukan check in lokasi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pihaknya juga mematangkan data-data. Termasuk layanan ibdah dan layanan kesehatan.
“Menjelang Armuzna juga dokter menyiapkan obat-obatan apa yang perlu ditambah untuk jemaah agar semua terlayani,” paparnya.
Nantinya puncak ibadah haji akan jatuh pada tanggal 5 Juni. Berbagai persiapan pun turut disosialisasikan kepada jemaah, termasuk bekal yang dibawa.
Ditanya terkait pendamping atau keluarga yang terpisah, nantinya pihaknya akan melakukan pengabungan. Untuk itu, PPIH terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta Syarikah.
Tujuannya agar bisa menggabungkan kembali jemaah yang terpisah meski berbeda syarikah. “Jemaah yang terpisah dengan keluarganya nanti dilakukan penggabungan,” jelas Muksin.
Nantinya setelah dilakukan pendataan, pihaknya akan mengusulkan melalui sektor. Hal tersebut dengan harapan suami istri atau pendamping tidak terpisah.
Terkait cuaca, imbauan dari Pemerintah Arab Saudi juga sudah dilakukan kepada para jemaah. Rekam medis para jemaah pun turut menjadi perhatian yang serius.
“Imbauannya sangat ketat sekali karena masalah kesehatan itu unsur utama. Makanya rekam medis masing-masing jemaah itu dipantau ketat oleh dokter dan perawat,” pungkas Muksin. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira