NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Ada-ada saja permintaan warga Kota Angin ke petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. Kemarin, M Nafis Amin Muafa, 14, siswa asal Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot meminta pertolongan ke damkarmat.
Penyebabnya, cincin di jarinya tidak bisa lepas. Akibatnya, jari manisnya bengkak. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.25 WIB.
Nafis datang bersama kedua temannya ke Pos Damkarmat di Kecamatan Tanjunganom. Dia meminta petugas damkarmat melepaskan cincin di jari manisnya.
“Korban merasa kesakitan karena jari manisnya bengkak akibat cincin yang tak bisa dilepas,” ujar Kepala Damkarmat Nganjuk Sujito kemarin.
Setelah itu, petugas melakukan pengecekan. Evakuasi pun dilakukan denngan menggunakan alat pemotong khusus.
Beruntung, evakuasi cincin berjalan lancar. Cincin berhasil dipotong dan akhirnya lepas dari jari manis Nafis.
“Evakuasi lancar dan aman,” ujar Jito Damkar-panggilan akrab Sujito di Damkarmat Nganjuk.
Menurut Jito Damkar, tugas petugas damkarmat tidak hanya memadamkan api atau kebakaran.
Namun, juga mengevakuasi atau melakukan penyelamatan. Termasuk, melepas cincin yang membuat jari orang bengkak.
Karena itu, setiap ada orang yang kesakitan karena cincin tidak bisa dilepas, mereka akan ke damkarmat. “Kami harus siap mengevakuasi. Karena itu, damkarmat siaga 24 jam,” ujarnya. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira