NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk kembali menggelar event tahunan bertajuk Boyon Natapraja. Rencananya acara ini akan berlangsung pada hari Kamis 12 Juni 2025.
Selain Boyong Natapraja, pada kesempatan itu juga akan berlangsung agenda lainnya. Yaitu sedekah bumi sebagai bentuk ungkapan rasa syukur.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, tahun ini boyong bertepatan dengan Idul Adha. Untuk itu, prosesi boyong menyesuaikan. “Tahun ini pada tanggal 12 Juni 2025. Rencananya kegiatan akan berlangsung mulai pukul 12.30,” ujarnya.
Untuk diketahui, Boyong Natapraja adalah peringatan perpindahan ibu kota pemerintahan dari Berbek menuju Nganjuk. Kegiatan itu sendiri berlangsung pada hari Minggu Wage tanggal 6 Juni 1880 silam.
Tahun 2022 silam, Marhaen Djumadi yang saat itu menjabat sebagai Plt Bupati Nganjuk mengeluarkan surat keputusan (SK). SK Bupati No 188/200/K/411.013/2022 tertanggal 2022 tentang Penetapan Hari Boyongan Pusat Pemerintahan dari Kabupaten Berbek ke Nganjuk tersebut lantas menjadi kepastian hukum berkenaan waktu perpindahan pusat pemerintahan.
Kini, momen bersejarah tersebut rutin diperingati setiap tahunnya. Prosesi boyong dilakukan dari Alun-Alun Berbek menuju ke Pendapa KRT Sosrokosoemo Pemkab Nganjuk.
Rencananya Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro turut mengikuti boyong tersebut. Tidak lupa, dua pusaka Nganjuk juga turut diboyong.
Pusaka berupa payung dan tombak tersebut akan dibungkus kain mori. Kemudian dibawa pada kereta kuda yang dinaiki bupati.
Selain bupati dan wakil bupati, boyong juga diikuti para pejabat di Kota Angin. Mereka akan melakukan kegiatan boyong dengan menaiki delman. Menyusuri jalanan dari Berbek hingga di Nganjuk.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira