Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ibu Bermimpi Anak Minta Tolong, Makam Dean Korban Kecelakaan Maut Sugihwaras Dibongkar untuk Otopsi!

Novanda Nirwana • Senin, 9 Juni 2025 | 04:52 WIB

Polisi selidiki kejanggalan kematian Dean di Nganjuk
Polisi selidiki kejanggalan kematian Dean di Nganjuk
NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Keluarga Dean Aulia Diah Ulhaq, 21, korban kecelakaan maut di sungai Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor (2/5) meminta polisi melakukan otopsi. Hal itu dilakukan setelah ibu Dean, Etik Sri Rahayu bermimpi anaknya.

"Saya mimpiin anak saya, terus akhirnya saya minta ke suami otopsi," ujar Etik Sri Rahayu.
Etik pun sempat menaruh curiga ketika anaknya menjadi korban kecelakaan tersebut.

Terlebih, setelah beberapa hari dimakamkan, dia sering bermimpi anaknya.

"Awalnya itu saya mimpi kayak operasi, ternyata yang saya lihat otopsi di makam itu sama seperti mimpi saya," jelasnya.

Bukan hal yang mudah bagi Etik untuk meminta jenazah anaknya diotopsi. Sebab ketika anaknya ditemukan, ia sudah menandatangi berkas yang isinya tidak berkenan anaknya diotopsi.

"Saya sempat menyesal dulu tidak diotopsi, karena dulu saya tidak tahu otopsi itu seperti apa," paparnya.

Namun, setelah beberapa hari Dean dimakamkan, dia mengajukan permintaan otopsi ke pihak kepolisian.

Menurut Etik, pihak kepolisian menolak permintaan otopsinya. Sebab sebelumnya ia sudah menandatangani tidak memperkenankan otopsi.

Etik pun tidak berpasrah diri. Ia langsung meminta bantuan ke Polda Jatim.

Yakni dengan cara mengisi Dumas Polda Jatim yang ada di media sosial.

"Saya isi dumas itu tanggal 28 Mei malam hari, terus pagi harinya saya dihubungi Polda," ungkapnya.

Setelah itu, Etik disuruh menunggu dari Polres Nganjuk. Beberapa hari setelahnya pihak Satlantas Polres Nganjuk langsung ke rumahnya untuk menjelaskan proses otopsi.

"Kamis (4/6) sore itu langsung dilakukan otopsi," jelas Etik.

Makam Dean dibongkar. Kemudian, jenazah diotopsi.

Saat proses otopsi, Etik ditemani oleh suami dan teman Dean. Saat itu, ia tidak diperkenankan mendekat.

Sebab pihak kepolisian sedang melakukan proses otopsi di sekitar makam.

"Waktu itu tidak boleh mendekat, jadi saya lihatnya dari kejauhan," paparnya.

Setelah dilakukan otopsi kurang lebih 2 jam, jenazah Dean langsung dimakamkan kembali.
Hingga saat ini, keluarga Dean masih menunggu hasil otopsi dari Polda Jatim.

"Pokoknya katakan jujur hasil otopsinya, kalau memang ada tindak kejahatan katakan saja," harapnya.

Etik pun memasrahkan hasil sepenuhnya kepada pihak kepolisian. "Sudah saya pasrahkan ke pihak kepolisian, kalau tidak diungkap nanti dia mengulang lagi karena kan tidak ketahuan," ujarnya.

Sayang, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto belum berkomentar banyak terkait hasil otopsi jenazah Dean. "Masih lidik," ujarnya singkat. (nov/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita nganjuk hari ini #mayat #nganjuk #otopsi #korban kecelakaan