NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Angin terpantau Rp 24.500 per kilogram.
Berdasarkan pantauan wartawan Radar Nganjuk di Pasar Wage Nganjuk, harga telur Rp 24.500 per kilogram untuk kualitas bagus.
Kondisi ini disambut baik oleh para pedagang maupun pembeli. Gunawan, pedagang telur di Pasar Wage Nganjuk, mengatakan bahwa harga Rp 24.500 per kilogram itu stabil. Membuat penjualan tetap lancar.
“Sudah dua minggu ini harga telur Rp 24.500 per kilogram. Pembeli juga senang karena mereka nggak takut harga melonjak,” ujarnya saat ditemui.
Gunawan menyebut, stabilnya harga telur terjadi sejak di tingkat peternak. Selama ini, dia kulakan telur dari peternak yang ada di Kabupaten Blitar.
Stabilnya harga telur ini dipengaruhi oleh pasokan yang lancar dari peternak dan distribusi yang tidak mengalami kendala berarti.
Selain telur ayam yang naik, Gunawan mengatakan, telur puyuh mengalami kenaikan.
Telur puyuh mengalami kenaikan yang signifikan, yakni Rp 2 ribu per kilogram. Jika sebelumnya harga telur puyuh Rp 24 ribu per kilogram, kemarin menjadi Rp 26 ribu.
Hal senada disampaikan oleh Endang, 39, seorang ibu rumah tangga yang rutin berbelanja di Pasar Wage.
Ia mengaku bisa mengatur pengeluaran dapur lebih mudah ketika harga kebutuhan pokok tidak bergejolak.
“Kalau harga stabil begini, saya bisa beli sesuai rencana. Sekarang sih cukup terjangkau,” katanya.
Kondisi ini diharapkan bisa terus berlangsung, terlebih menjelang tahun ajaran baru dan potensi meningkatnya konsumsi rumah tangga.
Masyarakat berharap, harga sembako dan telur stabil. Karena kondisi perekonomian kurang bagus saat ini. (nov/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis