NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Nasib Jembatan Lama Kertosono tidak jelas. Hingga kemarin (10/6) tidak ada kejelasan tentang nasib jembatan tersebut.
Padahal, di tahun lalu, jembatan sudah mulai dibongkar. Padahal pada November 2024 lalu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendatangi Jembatan Lama Kertosono. Tujuannya adalah untuk mengecek jembatan yang sudah tidak lagi digunakan itu.
Kunjungan itu membuahkan hasil. Jembatan mendapat jatah perbaikan. Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya jembatan dibongkar.
Namun pembongkaran itu tidak bertahan lama. Karena setelah satu ruas dibongkar, pekerjaan tidak dilanjutkan. Kondisi tersebut bahkan bertahan hingga kemarin (10/6).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengatakan, belum mengetahui jadwal pasti perbaikan.
Karena perbaikan tersebut akan dikerjakan oleh pemerintah pusat. “Perbaikan jembatan akan dikerjakan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Gunawan mengatakan, hingga kemarin (10/6) belum ada kejelasan kapan proyek itu akan dilanjutkan. Pihak pemerintah daerah juga enggan untuk memprediksi kapan proyek akan dilanjutkan. “Kami masih menunggu informasi dari pusat,” tambahnya.
Sementara itu, Triatmoko, 45, warga sekitar merasa eman dengan proyek yang tidak dilanjutkan itu.
Padahal, menurut Triatmoko, Jembatan Lama Kertosono sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar jika diperbaiki. “Pasti banyak warga yang lewat sini kalau jembatan diperbaiki,” ujarnya singkat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Lama Kertosono ambles pada 10 September lalu.
Sisi jembatan yang ambles tersebut berada di sebelah barat. Penyebabnya adalah karena bangunan yang sudah terlalu tua.
Baca Juga: Milad Ke-50, KSPPS TAM Syariah Santuni 1.000 Yatim, Piatu, dan Dhuafa
Setelah ambles, kondisi jembatan semakin mengenaskan. Salah satunya karena rangka bawah yang terus tergerus aliran Sungai Brantas. Jika tidak segera diperbaiki dalam waktu dekat, jembatan tersebut dapat ambruk.
Pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Nganjuk-Kediri rencananya akan dilakukan tahun ini. Itu setelah kunjungan Menteri Pekerjaan Umum (PU) pada November lalu. (wib)
Setidaknya pembangunan jembatan itu akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 26 miliar.
Beruntung anggaran tersebut nantinya akan menggunakan APBN. Sedangkan model jembatan baru akan dibuat sama persis dengan jembatan lama atau replikasi. (wib/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis