Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Bikin Kaget, Ternyata Ada Tiga Kecamatan di Kabupaten Nganjuk Tidak Menghasilkan Brambang

Novanda Nirwana • Kamis, 12 Juni 2025 | 00:42 WIB
Brambang/bawang merah, komoditi andalan Kabupaten Nganjuk
Brambang/bawang merah, komoditi andalan Kabupaten Nganjuk

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tidak semua kecamatan di Kabupaten Nganjuk menghasilkan brambang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk, untuk tahun 2024, dari 20 kecamatan, tercatat ada tiga kecamatan di Kota Angin yang produksi brambangnya 0. Yaitu, Kecamatan Kertosono, Baron, dan Ngetos.

Beruntung, meski hanya 17 kecamatan yang menghasilkan brambang tetapi produksinya luar biasa. Sehingga, Kabupaten Nganjuk menjadi daerah penghasil brambang atau bawang merah terbesar di Jawa Timur. Bahkan, jika di tingkat nasional, Nganjuk menjadi daerah yang menghasilkan brambang nomor dua. Kabupaten Nganjuk hanya kalah dari Brebes, Jawa Tengah.

Lalu berapa produksi brambang Kota Angin? Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk, untuk tahun 2024, Kabupaten Nganjuk sukses menghasilkan brambang sebanyak 2.055.912 kuintal atau 2.055,91 ton. Angka tersebut sangat fantastis. Karena Kabupaten Nganjuk hanyamemiliki wilayah 20 kecamatan. Tidak semua kecamatan juga menghasilkan brambang.

Untuk daerah penghasil brambang yang paling dominan, ada di Kecamatan Gondang. Di tahun 2024, Kecamatan Rejoso yang paling banyak menghasilkan brambang. Panen brambang di tahun 2024 tercatat sebanyak 566.177 kuintal. Kemudian, Kecamatan Gondang ada di posisi kedua. Gondang menghasilkan 530.224 kuintal brambang. Kemudian, Kecamatan Bagor di posisi ketiga dengan 482.720 kuintal. Lalu, di posisi keempat ada Kecamatan Sukomoro dengan produksi brambang sebanyak 230.930 kuintal. Kemudian, di posisi kelima ada Kecamatan Wilangan dengan produksi bawang merah sebanyak 154.055 kuintal.  

Istimewanya, brambang Nganjuk memiliki ciri khas yang tidak dimiliki brambang dari luar Nganjuk. Menurut Bupati Marhaen Djumadi, rasa brambang Nganjuk tidak sama dengan brambang dari daerah lain. “Rasa brambang Nganjuk itu gurih dan sedap,” ujarnya.

Bahkan, sebagai apresiasi, Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadi membangun Tugu Brambang di Nganjuk.  Kemudian, membangun Pasar Sukomoro menjadi pasar brambang yang representative. Harapannya, dengan adanya pasar brambang terbesar di Jawa Timur tersebut, petani tidak lagi kesulitan menjual brambang saat panen raya. Kemudian, pedagang juga bisa  menyimpan brambang dan menjual brambang ke luar daerah. “Mayoritas brambang Nganjuk itu dijual ke luar daerah karena banyak yang suka,” ujarnya. (tyo)  

 

Editor : Jauhar Yohanis
#Brambang #bawang merah #bps #nganjuk