Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ini Rahasia Bawang Merah Tumbuh di Atas Batu Tugu Brambang Kata Bupati Marhaen Djumadi

Karen Wibi • Kamis, 12 Juni 2025 | 01:05 WIB

 

Tugu Brambang. Salah satu ikon Kabupaten Nganjuk
Tugu Brambang. Salah satu ikon Kabupaten Nganjuk

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kabupaten Nganjuk terkenal sebagai daerah penghasil brambang. Jika membutuhkan bawang merah atau brambang, Nganjuk akan menjadi jujugan. Selain hasil panen melimpah, brambang di Kota Angin memiliki rasa yang khas. Sehingga, brambang menjadi ikon Kabupaten Nganjuk. Hingga akhirnya, Bupati Marhaen Djumadi membangun Tugu Brambang di Perempatan Jalan Mastrip Nganjuk.

Yang menarik, brambang di Tugu Brambang tersebut bisa tumbuh subur di atas batu. Kenapa brambang bisa tumbuh di atas batu? Bupati Marhaen Djumadi menjelaskan, jika Nganjuk memiliki sejarah. Dulu Nganjuk disebut Anjuk Ladang atau Tanah Kemenangan. “Setiap tanaman yang ditanam di tanah Nganjuk, pasti tumbuh subur makanya meski brambang itu di atas batu tetapi tetap tumbuh subur,” ujarnya.

Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadi mengatakan, dengan adanya brambang yang tumbuh subur di atas batu di Tugu Brambang, dia berharap bisa memotivasi warga Nganjuk, khususnya petani. Jangan takut menanam atau bertani. Karena tamanan yang ditanam akan tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah. Tugu Brambang itu sebagai gambaran kesuburan tanah di Nganjuk dan brambang sebagai ikon Kabupaten Nganjuk. “Kita sebagai warga Nganjuk harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dikaruniai tanah yang subur,” ujarnya.

Untuk itulah, Kabupaten Nganjuk menjadi daerah penghasil brambang atau bawang merah terbesar di Jawa Timur. Bahkan, jika di tingkat nasional, Nganjuk menjadi daerah yang menghasilkan brambang nomor dua. Kabupaten Nganjuk hanya kalah dari Brebes, Jawa Tengah.

Lalu berapa produksi brambang Kota Angin? Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk, untuk tahun 2024, Kabupaten Nganjuk sukses menghasilkan brambang sebanyak 2.055.912 kuintal atau 2.055,9 ton. Angka tersebut sangat fantastis. Karena Kabupaten Nganjuk hanyamemiliki wilayah 20 kecamatan. Padahal, tidak semua kecamatan juga menghasilkan brambang.

Untuk daerah penghasil brambang yang paling dominan, ada di Kecamatan Gondang. Di tahun 2024, Kecamatan Rejoso yang paling banyak menghasilkan brambang. Panen brambang di tahun 2024 tercatat sebanyak 566.177 kuintal. Kemudian, Kecamatan Gondang ada di posisi kedua.

Gondang menghasilkan 530.224 kuintal brambang. Kemudian, Kecamatan Bagor di posisi ketiga dengan 482.720 kuintal. Lalu, di posisi keempat ada Kecamatan Sukomoro dengan produksi brambang sebanyak 230.930 kuintal. Kemudian, di posisi kelima ada Kecamatan Wilangan dengan produksi bawang merah sebanyak 154.055 kuintal.  

Istimewanya, brambang Nganjuk memiliki ciri khas yang tidak dimiliki brambang dari luar Nganjuk. Menurut Bupati Marhaen, rasa brambang Nganjuk tidak sama dengan brambang dari daerah lain. “Rasa brambang Nganjuk itu gurih dan sedap,” ujarnya. (tyo)

 

Editor : Jauhar Yohanis
#Brambang #nganjuk #Marhaen Djumadi #bupati