NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan berbasis kompetensi kemarin. Pelatihan kali ini bekerja sama dengan PT Kharisma Baru Indonesia (KBI).
Plt Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Samsul Huda yang membuka langsung pelatihan tersebut. Dalam sambutannya, Samsul mengatakan, pelatihan tersebut memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025. “Melalui DBHCHT ini kita optimis menekan angka pengangguran. Kami gelar pelatihan berbasis kompetensi proses pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berdasar klaster kompetensi,” katanya.
Samsul menambahkan, per Agustus 2024, berdasar data BPS Nganjuk, angka pengangguran terbuka berkisar 22 ribu orang atau sekitar 3,27 persen. Hal itu turun jika dibanding tahun lalu yang mencapai 26 ribu orang. Untuk itu, Samsul mengajak peserta bersemangat mengikuti pelatihan. Karena peluang untuk diterima dan bekerja di PT KBI sangat terbuka usai mengikuti pelatihan tersebut. “Bekerja di mana saja sama. Manfaatkan peluang ini agar dapat bekerja untuk masa depan Anda,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pelatihan diikuti sebanyak 40 orang peserta. Mereka akan dilatih selama 20 hari. Materinya berkaitan kebutuhan perusahaan dengan melibatkan instruktur teknis dan lokasi pelatihan dari PT KBI. Turut hadir pada acara pembukaan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Nganjuk Judi Ernanto, serta anggota DPRD Kabupaten Nganjuk Marianto.
Kemudian Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Nganjuk Ninuk Siwi Suhartati dan perwakilan manajemen PT KBI, Irfan.
Para tamu undangan tersebut juga menyerahkan perlengkapan pelatihan secara simbolis kepada para peserta. Seperti tas ransel maupun alat tulis. Penyerahan menjadi penanda pelatihan dimulai. (ik3/adv/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis