Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Gagal Cuan karena Hujan! Curhat Fotografer Jogging Nganjuk yang Viral di Medsos

Dedy Nurhamsyah • Minggu, 22 Juni 2025 | 04:30 WIB

TAWARKAN FOTO: Gilang Ramadan menunjukkan hasil jepretannya ke warga. Satu foto dijual Rp 10 ribu.
TAWARKAN FOTO: Gilang Ramadan menunjukkan hasil jepretannya ke warga. Satu foto dijual Rp 10 ribu.

MEMBUKA jasa fotografer olahraga tentu memiliki hambatan sendiri. Salah satunya adalah ketika hujan lebat tiba. Bahkan, di kondisi tersebut, para fotografer lebih memilih untuk tidak berangkat.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh Gilang Ramadan, salah satu fotografer asal Desa Macanan, Kecamatan Loceret. Pria yang akrab disapa Mas Congil itu mengatakan cuaca menentukan buka atau tidaknya lapak miliknya. Jika dirasa pagi atau sore hari hujan, ia lebih memilih tidak berangkat. “Eman gear-nya, jadi mending tidak berangkat,” tuturnya.

Kalau misalkan sudah di lokasi dan hujan, dia juga memilih untuk kembali ke rumah. Saat hujan tentunya tidak ada yang olahraga. Lapangan menjadi sepi. Tentu pendapatan akan turun saat hujan.

Saat awal membuka jasa fotografer sport itu juga masih sepi peminat. Sebab belum banyak orang yang mengenalnya. Sehingga ia lebih memilih memasarkan jasanya melalui aplikasi Fotoyu, Instagram dan tiktok. “Foto-foto nya saya upload disana, kalau ada yang minat biasanya chat ke saya,” papar Mas Congil.

Kadang saking sepinya tidak ada yang mengambil fotonya, ia memilih menghapus file foto setelah satu minggu. Namun, sekarang sudah banyak pelanggannya yang mengambil. Sehingga ia memberikan waktu satu bulan. “Biasanya saya pindah ke laptop, nanti jarak satu bulan baru saya hapus. Soalnya kadang ada yang beberapa hari baru minta foto,” tambahnya. (nov/wib)

Editor : Jauhar Yohanis