Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Asal Usul Julukan Kota Angin untuk Nganjuk: Fakta Geografis dan Fenomenanya

Diana Yunita Sari • Senin, 23 Juni 2025 | 00:53 WIB
Mengapa Nganjuk dijuluki Kota Angin?
Mengapa Nganjuk dijuluki Kota Angin?

Kabupaten Nganjuk adalah salah satu wilayah yang terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur. Wilayah tersebut sudah lama dikenal dengan nama "Kota Angin". Mengapa demikian? 

Julukan ini ternyata ada kaitannya dengan kondisi geografis di daerah ini, yang menjadikan Nganjuk identik dengan hembusan anginnya yang kencang bahkan dinginnya bisa menusuk tulang di waktu-waktu tertentu. 

Faktor Geografis yang membuat wilayah Nganjuk memiliki hembusan angin yang kencang adalah letak wilayahnya yang istimewa yaitu berada di dataran rendah tapi diapit oleh dua pegunungan besar, Gunung Wilis di sisi selatan dan Gunung Arjuno di sisi utara. 

Letak geografis ini menciptakan sebuah ‘lorong’ alami yang mengarahkan hembusan angin ke wilayah Nganjuk. 

Bagaimana Proses terjadinya Hembusan Angin?

Massa massa udara ketika bergerak melintasi dataran rendah Nganjuk yang posisinya diapit pegunungan, kecepatan angin cenderung meningkat. Seperti air yang mengalir melalui celah sempit, angin juga akan bergerak lebih cepat saat melewati area yang "terjepit" oleh formasi daratan tinggi di kedua sisinya yaitu Pegunungan Wilis dan Arjuni. 

Inilah yang menyebabkan frekuensi dan intensitas angin di Nganjuk terasa lebih tinggi dibandingkan daerah lain di sekitarnya.

Angin Kencang Biasa Terjadi Sepanjang Tahun

Fenomena hembusan angin kencang di wilayah Nganjuk tidak hanya terjadi di musim-musim tertentu, tapi bisa menjadi kondisi yang panjang dan konsisten sepanjang tahun. 

Angin kencang dapat dirasakan setiap saat dari pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Intensitas semakin meningkat saat musim pancaroba atau transisi dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. 

Perubahan Suhu yang Signifikan

Pada periode pergantian musim, perubahan tekanan udara yang drastis dapat memicu hembusan angin yang lebih dahsyat. Bahkan, pada musim kemarau, Nganjuk kerap mengalami fenomena "bediding". 

Fenomena tersebut adalah saat suhu di malam hari menjelang pagi terasa sangat dingin, tapi di siang hari justru terasa sangat panas. Perbedaan suhu antara siang dan malam itu juga salah satu dampak dari pergerakan angin dan kurangnya tutupan awan yang membuat sinar matahari memantul secara maksimal ke bumi.

Dampak Julukan "Kota Angin" bagi Masyarakat

"Kota Angin" bukan hanya sekadar label, tetapi juga berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Nganjuk sehari-hari. 

Angin kencang kadang bisa menimbulkan pohon tumbang, genteng rumah yang terlepas, hingga potensi kecelakaan lalu lintas akibat hembusan angin yang kuat. 

Penduduk Nganjuk sudah terbiasa dengan kondisi ini dan memiliki kearifan lokal untuk beradaptasi. Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh angin kencang, julukan ini juga menjadi bagian dari identitas dan keunikan Nganjuk.

 

 

Editor : Jauhar Yohanis
#gunung wilis #nganjuk #gunung arjuno #angin kencang #Kabupaten Nganjuk #nganjuk kota angin #KOTA ANGIN