Orang tua Fasilitasi Sleep Call dengan Wifi 24 Jam di Rumah
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mengapa pelajar di Nganjuk kecanduan sleep call?
No, salah satu pelajar Kota Angin mengaku kecanduan sleep call karena kurang perhatian dari orang tua.
Setelah pulang sekolah, dia jarang diajak ngobrol orang tuanya. Kemudian, saat jarum jam menunjukkan pukul 21.00 WIB, orang tua masuk kamar.
No akhirnya juga masuk kamar. “Saya di kamar sendirian dan merasa kesepian,” ujarnya.
Saat kesepian itu, No memutuskan untuk sleep call dengan pacarnya. Dengan melakukan video call semalaman, dia merasa ditemani. “Jadi tidak kesepian lagi kalau sleep call,” ujarnya.
Apa tidak takut ketahuan orang tua? Cewek yang masih berusia belasan tahun ini mengatakan, saat di kamar, dia selalu mengunci kamarnya dari dalam.
Orang tuanya tidak akan mengetahui aktivitas yang akan dilakukan. Saat orang tua ke kamarnya, dia akan membisukan video call.
“Kalau orang tua atau saudara masuk kamar, saya geser begini maka panggilan video call tidak akan terlihat di layar smartphone,” ujarnya sambil menunjukkan cara menyembunyikan video call.
Meski demikian, No mengakui jika sleep call tidak baik dilakukan. Dalam hati kecilnya, dia juga tidak ingin melakukannya.
Karena perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan. “Kalau bisa memilih sebenarnya saya ingin tidak pernah melakukan sleep call,” ujarnya.
Baca Juga: Polres Nganjuk Dampingi Petani Jagung Tingkatkan Produksi di Kedungmlaten
Selain orang tua yang kurang perhatian, cewek berhijab di sekolah ini mengatakan jika secara tidak langsung orang tuanya memfasilitasi anaknya melakukan sleep call.
Mulai dari membelikan smartphone hingga memasang Wifi di rumah. Ironisnya, penggunaan Wifi di rumah tersebut 24 jam.
Sama dengan penggunaan smartphone di tangan No. Ini artinya, tanpa sadar orang tua No telah meracuni anaknya setiap malam.
“Kalau saya boleh memilih sebenarnya saya ingin orang tua membatasi saya memegang smartphone dan mengganti password WiFi saat malam hari,” ujarnya.
Baca Juga: Waspada! HIV/AIDS Ancam Nganjuk, Sudah 83 Kasus di Tahun 2025
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi meminta orang tua untuk mengawasi putra dan putrinya saat liburan sekolah.
Termasuk, penggunaan handphone di rumah. Karena saat di luar sekolah, tanggung jawab pengawasan dan pendidikan anak ada di tangan orang tua.
“Sekolah hanya mendidik dan mengawasi saat di sekolah,” ujarnya.
Sopingi mengatakan, agar pelajar Nganjuk tidak kecanduan sleep call, peran orang tua sangat penting.
Baca Juga: Waspada! Jalan di Nganjuk Ini Akan Sedikit Macet Hingga Akhir Bulan
Mereka harus tegas melarang penggunaan handphone saat jam tidur malam.
Kemudian, penggunaan handphone di pagi hingga siang hari juga harus dibatasi.
“Harus ada pembatasan penggunaan handphone karena teknologi itu bisa berdampak negatif dan positif,” ingatnya. (wib/tyo)
Editor : Miko