Total ada 7.482 pekerja sosial keagamaan yang dijadikan anggota BPJS Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Mas Handy Cek Jalan Nglinggo-Pandean. Janji Akan Lakukan Perbaikan
Acara yang bertempat di Ruang Roro Kuning Pemkab Nganjuk itu dihadiri oleh puluhan pekerja keagamaan.
Mulai dari guru ngaji, guru sekolah minggu hingga guru hindu. Bantuan tersebut langsung diberikan kepada Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi secara simbolis.“Ini mimpi saya.
Pekerja sosial keagamaan itu menjadi prioritas,” ujar Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat memberikan sambutan.
Selain memberikan bantuan kepada pekerja sosial keagamaan, ke depan Marhaen menginginkan ada bantuan untuk musala, masjid, pondok pesantren, gereja, pura, vihara dan sebagainya. “Karena itu bagian dari doa,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk Samsul Huda mengungkapkan, total ada 7.482 pekerja sosial keagamaan yang dijadikan anggota BPJS Ketenagakerjaan.
Namun ada yang meninggal satu. Sehingga, akhirnya hanya ada 7.481 pekerja sosial keagamaan.
“Pemerintah Kabupaten Nganjuk memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan khususnya kepada guru ngaji, guru minggu, dan guru Hindu,” jelas Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Nganjuk, Samsul Huda.
Baca Juga: Bupati Nganjuk Marhaen Target 20 Ribu Peserta Soekarno Run Nganjuk 2025
Selain pemberian anggota BPJS Ketenagakerjaan, di kesempatan yang sama, Pemkab Nganjuk bersama BPJS memberikan santunan jaminan kematian bagi pekerja sosial keagamaan.
Total ada tiga orang dari Kecamatan Loceret, Kecamatan Berbek, dan Kecamatan Gondang.
Samsul berharap, apa yang dilakukan oleh Pemkab Nganjuk dapat memberi dampak positif bagi para pekerja.
Salah satunya adalah dengan memberi rasa aman dan nyaman. Dengan memiliki dua hal itu, dia percaya proses pendidikan keagamaan bagi anak-anak di Kabupaten Nganjuk dapat berkualitas.
“Mudah-mudahan program ini bisa berlanjut untuk 2026 mendatang,” harapnya. (nov/ik3/tyo)
Editor : Miko