Dalam sambutannya, Samsul mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya mengurangi angka pengangguran terbuka di Kota Angin.
Yaitu, dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025. “Melalui DBHCHT ini kita optimistis menekan angka pengangguran.
Kami gelar pelatihan berbasis kompetensi proses pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berdasar klaster kompetensi,” ujarnya.
MANFAATKAN DBHCHT: Disnaker Kabupaten Nganjuk memberi peralatan pada peserta pelatihan.
Samsul menambahkan, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut atas kegiatan job fair yang berlangsung beberapa waktu lalu. Saat itu, PT Lotus Indah Textile turut membuka lowongan kerja.
Hasilnya, dari puluhan pelamar kerja, terpilih 40 orang calon karyawan PT Lotus Indah Textile.
Agar peluang diterima bekerja semakin terbuka, maka pihaknya memberi pelatihan berbasis kompetensi langsung di perusahaan.
“Bekerja di mana saja itu sama. Niatkan ibadah dan untuk kehidupan ke depan yang semakin baik lagi. Serta, jangan mudah menyerah,” pesannya.
Untuk diketahui, pelatihan diikuti sebanyak 40 orang peserta. Mereka akan dilatih selama 20 hari.
Materinya berkaitan kebutuhan perusahaan dengan melibatkan instruktur teknis dan lokasi pelatihan dari PT Lotus Indah Textile.
NGANJUK MELESAT: Plt Kepala Disnaker Samsul Huda foto bersama.
Pembukaan pelatihan ditandai penyerahan perlengkapan pelatihan secara simbolis. Seperti tas ransel maupun alat tulis. Penyerahan menjadi penanda pelatihan dimulai.
Yang menyerahkan adalah Samsul Huda didampingi Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Nganjuk Ninuk Siwi Suhartati dan perwakilan manajemen PT Lotus Indah Textile, Putut Bagus. (ik3/adv/tyo)