Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pangastuti di Bulan Sura: Menangkan Pasar dengan Hati

Redaksi • Jumat, 27 Juni 2025 | 01:24 WIB

Nur  Kamdani
Nur Kamdani

Oleh : Nur Kamdani

Bulan Sura dalam tradisi Jawa bukan sekadar awal tahun dalam kalender. Tetapi juga momen perenungan, pelurusan niat, dan penyucian batin. Menariknya, tahun ini Bulan Sura bertepatan dengan hari Jumat, hari yang penuh berkah dalam tradisi Islam. Memperkuat nuansa spiritual dan introspektif bagi siapa saja yang sedang menjalani perjuangan hidup, termasuk dalam dunia bisnis dan pemasaran.

Dalam kearifan Jawa, dikenal sebuah falsafah yang mendalam: “Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti”. Maknanya: kekuatan, kejayaan, dan dominasi duniawi pada akhirnya akan luluh oleh kelembutan, kasih sayang, dan ketulusan hati.

Dalam konteks marketing modern, falsafah ini memberikan pelajaran penting. Strategi agresif, promosi besar-besaran, dan ekspansi pasar adalah bentuk dari “Sura dira jayaningrat”. Tapi jika strategi ini dijalankan tanpa empati terhadap pelanggan, tanpa ketulusan dalam melayani, maka semua itu tidak akan menghasilkan loyalitas, hanya sekadar transaksi.

Sebaliknya, pangastuti; ketulusan, pelayanan sepenuh hati, dan pendekatan manusiawi, justru mampu menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dalam realitas hari ini, pelanggan tidak hanya membeli produk, mereka mencari pengalaman dan kepercayaan. 

Dan hal itu tidak bisa dibeli dengan harga murah, tapi dibangun lewat komunikasi yang jujur, pelayanan yang peduli, dan pendekatan yang empatik.

Momentum Sura di Hari Jumat adalah waktu yang tepat bagi tim bisnis dan pemasaran untuk berhenti sejenak dan bertanya: apakah strategi kita selama ini sudah seimbang antara kekuatan dan kepekaan? Apakah kita masih mendengarkan suara pelanggan, atau hanya mengejar angka? Apakah setiap interaksi yang kita lakukan mencerminkan pangastuti?

Jika jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini belum memuaskan, maka saatnya melakukan reposisi strategi. Karena dalam dunia yang semakin padat oleh persaingan dan iklan, yang menyentuh hati akan bertahan lebih lama daripada yang hanya menarik perhatian.

Mari kita jadikan Sura dan Jumat ini sebagai titik tolak, menguatkan strategi dengan pikiran, dan menyempurnakannya dengan hati. Sebab pada akhirnya, pasar bisa ditaklukkan, tapi kepercayaan hanya bisa dimenangkan.

 

Penulis adalah Direktur Utama BPR Anjuk Ladang

Editor : Jauhar Yohanis
#hati #bulan Suro #marketing