BANYAK cerita menarik yang dialami Khasanah selama menjalankan ibadah haji. Salah satunya adalah Khasanah yang tidak begitu doyan dengan masakan di tanah suci.
Beruntung ada sang anak, Afifatul, yang juga ikut ibadah haji. Alhasil, selama beribadah, Khasanah lebih sering makan masakan dari sang anak.
“Makanannya di sana enak-enak, nyobain daging unta juga tapi saya ngga doyan,” ujar Khasanah.
Baca Juga: Koper Jemaah Haji Kediri Terbawa ke Nganjuk
Khasanah pun lebih memilih makan masakan anaknya dibanding makan daging unta. Sehingga anak yang mendampinginya memasak untuk Khasanah.
Menunya pun beragam, mulai dari mie hingga sayur kubis. “Dimasakin sama anak saya, kadang mie kadang kubis,” paparnya.
Selain itu banyak cerita menarik selama di tanah suci. Suatu hari saat Khasanah berada di hotel. Saat itu sanyo yang ada di hotelnya mati. Tak hanya sekali namun dua kali.
Sehingga Khasanah pun memilih tidak mandi. “Kadang juga mandi di sebelahnya,” tawanya.
Saat berada disana, Khasanah pun juga tidak lupa untuk menghubungi keluarganya. Meski hanya sesekali, namun itu bisa mengobati rasa kangennya.
“Kalau ada waktu luang di hotel gitu telfon, ya saya bercandain betah ya buk disana kok ga pulang-pulang,” papar Kholifatul.
Kholifatul pun sempat cemas dengan kondisi kesehatan ibunya, terlebih suhu di Madinah berbeda dengan di Indonesia.
Namun, ketika ditanya sempat sakit atau tidak, menurut Kholifatul ibunya hanya sakit biasa. “Katanya disana enak hawanya ngga panas, ibu juga ngga sakit sama sekali, palingan sakit batuk biasa,” ungkapnya.
Namun, menurut Kholifatul saat di Arafah yang paling berat. Sebab para jemaah harus tidur di tenda bersama ribuan jemaah lain.
Bahkan saat wudhu atau buang air kecil harus antri selama satu jam. “Paling berat disitu,” paparnya.
Selain di Arafah, Khasanah bisa menjalankan ibadah haji secara tuntas dan lancar. Namun saat lempar jumroh, Khasanah diwakilkan oleh anaknya yang mendampingi.
“Alhamdulillah lancar semua, ikut umroh juga tiga kali disana,” ujarnya. (nov/wib)
Baca Juga: 7 Oleh-Oleh Khas Nganjuk yang Wajib Dibawa Pulang: Unik, Enak, dan Penuh Cita Rasa Lokal
Editor : Miko