KECERDASAN Muhammad Ainurriza Al Kahfi memang sudah teruji. Bahkan pria yang akrab disapa Riza itu sudah jatuh hati ke dunia pendidikan sejak kecil. Jika tidak salah mengingat, Riza sudah jatuh hati ke pelajaran matematika dan fisika sejak kecil.
Riza mengungkapkan, sejak bangku SD, dia tidak pernah les atau ikut bimbingan belajar. Dengan segala keterbatasannya, ia lebih nemilih belajar secara otodidak melalui buku dan Youtube. “Kalau akhir-akhir ini youtube, kalau buku kan materi itu butuh uang juga. Ya saya nyari yang gratis aja di youtube,” paparnya.
Baca Juga: Tidak Mau Membebani Orangtua, Reza Kuliah Sambil Berjualan Handphone
Ketika selesai sekolah di Madrasah Aliyah, Riza diterima di Universitas Brawijaya jurusan fisika. Awalnya Riza pun kebingungan dengan biaya kuliah. Hingga pada akhirnya ia mendaftar beasiswa KIP dan diterima. “Kalau saya ngga dapet KIP ya ngga saya ambil itu UB, saya ngga tahu mau bayar pakai apa. Saya ngga mau ngerepotin orang tua,” tambahnya.
Ada cerita di balik Riza berkuliah di Universitas Brawijaya. Saat itu orang tua Riza menginginkan anaknya tak jauh dari rumah. Sehingga Riza pun memilih Universitas Brawijaya untuk berkuliah. “Restu orang tua itu sangat penting bagi saya,” ungkapnya.
Berkat kepintarannya, dia menjadi asisten dosen. Membuatnya lebih dekat dengan dosen. Ia sempat ditawari beasiswa lain, namun ia memilih tidak menerimanya. “Sempat ditawarin dosen beasiswa tambahan, tapi saya ngga bisa. Kalau saya mau ya saya ambil,” ungkap Riza.
Ditanya terkait cita-cita, Riza ingin menjadi seorang pelajar. Entah guru ataupun dosen. Usai menuntaskan pendidikan S1, anak pertama dari dua persaudara itu memilih untuk mengalir saja dulu. Dia pun juga berkeinginan untuk ambil s2. Bahkan sempat disuruh dosen untuk ke luar negeri. “Mungkin mau rehat dulu, ditawarin ngajar ke sekolah ya sambil jalan aja,” pungkasnya. (nov/wib)
Editor : Jauhar Yohanis