ADA hal baru di acara Siraman di Air Terjun Sedudo selama beberapa tahun terakhir. Yaitu tradisi berebut gunungan hasil pertanian warga sekitar.
Dari pantauan wartawan koran ini, kegiatan berebut gunungan diletakkan di akhir acara. Yaitu setelah Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk bersama forkompimda melakukan Siraman di bawah Air Terjun Sedudo. Total ada dua gunungan yang disiapkan. Setelah didoadakan, gunungan tersebut bebas diperebutkan oleh masyarakat yang sudah menunggu. “Gunungan berisi hasil bumi itu adalah simbol ucapan syukur kami kepada Tuhan yang Maha Esa,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih kepada wartawan koran ini.
Perempuan yang akrab disapa Bu Han itu mengatakan, gunungan hasil bumi tersebut adalah simbol ucapan syukur kepada Tuhan. Isi dari gunungan itu sendiri adalah hasil bumi dari masyarakat sekitar. Mulai dari buah-buahan hingga sayuran. Selain itu juga ada jajajan pasar tradisional hingga modern.
Tak disangka gunungan hasil bumi itu selalu membuat pengunjung antusias. Dapat dilihat dari ribuan pengunjung yang berebut sesaat setelah gunungan tersebut didoakan.
Tidak hanya gunungan hasil bumi, di waktu yang sama, Pemkab Nganjuk juga menyiapkan tumpeng untuk dibagikan ke masyarakat. Sama seperti gunungan hasil bumi, tumpeng tersebut ditujukan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan. “Ucapan syukur kepada Tuhan karena selama satu tahun terakhir, Kabupaten Nganjuk selalu diberikan kelimpahan. Serta doa kami agar masyarakat Nganjuk dapat lebih sejahtera,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis