Disnaker Nganjuk Gelar Pelatihan untuk Mengurangi Pengangguran
Novanda Nirwana• Jumat, 18 Juli 2025 | 19:05 WIB
BERMANFAAT: Bupati Marhaen Djumadi dan Plt Kepala Disnkaer Samsul Huda foto bersama.
Gunakan DBHCHT Tahun 2025 untuk Warga Kota Angin
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan berdasarkan unit kompetensi kemarin. Pelatihan tersebut menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025. Tak hanya pelatihan, puluhan peserta dari pencari kerja wilayah Kabupaten Nganjuk juga menerima bantuan untuk mendukung produktivitas pasca pelatihan.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan, tetapi juga membuka jalan kemandirian bagi para pencari kerja. “Kami melanjutkan bantuan usaha dan pelatihan ini. Artinya peserta tidak hanya dilatih secara teori, tetapi juga praktik langsung,” ujarnya.
BUKA LAPANGAN KERJA: Kang Marhaen memberi bantuan modal usaha pada warga Nganjuk.
Kang Marhaen menyebutkan, bantuan mesin jahit diberikan kepada seluruh peserta sebagai bentuk keberlanjutan program. Sehingga, mereka bisa langsung mengembangkan usaha dari rumah.
Kegiatan pelatihan sendiri berlangsung selama dua minggu. Mulai tanggal 17 Juli hingga 26 Juli mendatang. Kemarin (17/7) acara dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro.
Sementara itu, Plt Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Samsul Hadi menambahkan, program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan agar tetap bisa produktif dan tidak tertinggal dalam dunia kerja.
“Pelatihan ini untuk mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Nganjuk yang masih dalam kategori tinggi,” jelasnya.
MOTIVASI: Kang Marhaen membuka pelatihan untuk calon tenaga kerja dengan manfaatkan DBHCHT 2025 untuk mengurangi pengangguran.
Samsul berharap, setelah pelatihan dan bantuan alat kerja diberikan, para peserta bisa bergabung dalam kelompok usaha bersama atau membuka usaha mandiri di lingkungan masing-masing. Sebanyak 75 peserta yang terdiri dari masyarakat pencari kerja wilayah Kabupaten Nganjuk nantinya akan dibimbing oleh instruktur.
Mereka diajarkan ilmu barbershop, pelatihan otomotif bengkel, hingga teknik menjahit. “Ini adalah komitmen Pemkab Nganjuk untuk memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk,” pungkasnya. (nov/ik3/tyo)