Satu Sapi Terpanggang, Ruko Terbakar di Pasar Mungkung. Kerugian Capai Ratusan Juta
Novanda Nirwana• Senin, 28 Juli 2025 | 18:31 WIB
KEBAKARAN: Seekor sapi milik Damin, warga Pace terpanggang.
NGANJUK, Radar Nganjuk– Kebakaran hebat melanda ruko dan kandang beserta sapi milik warga Kabupaten Nganjuk, kemarin (27/7). Dalam waktu kurang dari 12 jam, dua kebakaran besar terjadi di dua kecamatan berbeda. Kandang sapi milik warga di Kecamatan Pace hangus terbakar pada dini hari, disusul dengan kebakaran rumah toko (ruko) di Pasar Mungkung, Kecamatan Rejoso pada siang harinya. Total kerugian dua peristiwa itu ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace. Kandang sapi milik Damin, 70, terbakar hebat sekitar pukul 02.50 WIB. Api pertama kali diketahui oleh seorang tetangga yang sedang melintas. Ia melihat kobaran api besar di bagian belakang rumah yang diketahui merupakan kandang sapi dan tempat penyimpanan jerami.
Warga menduga kuat kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sembari menghubungi petugas Damkarmat Nganjuk. Petugas pemadam tiba di lokasi pada pukul 03.06 WIB dan baru berhasil memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 05.15 WIB."Dua unit armada, yakni Armada 06 dan 07, dikerahkan ke lokasi," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyalamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk Sujito.
Meski api berhasil dijinakkan, satu ekor sapi milik Damin tidak berhasil diselamatkan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta. “Api cepat menyebar karena tumpukan jerami kering. Petugas bekerja keras agar tidak merembet ke rumah warga,” tambahnya.
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi. Kali ini melanda dua unit bangunan rumah toko (ruko) di Desa Mungkung, Kecamatan Rejoso. Api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 13.40 WIB.
Ruko di Pasar Mungkung, Rejoso ludes dilalap si jago merah.
Berdasarkan sumber koran ini, kebakaran bermula saat seorang pembeli masuk ke toko milik Siti Aminah, 50. Saat berada di dalam, pembeli itu melihat api sudah membesar di bagian belakang toko. Ia segera memberi tahu Aminah. Mereka lalu lari keluar menyelamatkan diri. Namun dalam waktu singkat, api menjalar ke ruko milik Sunarto, 53 yang berada di sebelah.
Salah satu warga langsung menghubungi Kabid Penindakan Damkarmat Nganjuk. Petugas tiba di lokasi pada pukul 14.01 WIB dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB."Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, karena masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang," papar Jito Damkar.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian yang ditimbulkan cukup besar. Ruko milik Aminah mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta, sementara toko milik Sunarto ditaksir rugi hingga Rp 50 juta. Pihaknya mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area yang mudah terbakar seperti kandang ternak dan toko dengan banyak material mudah menyala. “Pastikan instalasi listrik aman dan sesuai standar, serta jangan meninggalkan api atau perangkat elektronik menyala tanpa pengawasan,” ingatnya. (nov/tyo)