SUMPAH JABATAN: Sopingi dimutasi dari kepala dinas pendidikan menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Nganjuk kemarin. Ada 21 pejabat eselon II yang dimutasi.
Enam Bulan Minim Inovasi, Terancam Dimutasi Lagi
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mutasi besar-besaran tidak hanya terjadi di pejabat eselon III dan IV. Kemarin, giliran pejabat eselon II yang digeser oleh Bupati Marhaen Djumadi. Jumlahnya lebih dari 20 pejabat. Tepatnya, 21 pejabat eselon II. Puluhan pejabat eselon II itu merupakan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki jabatan strategis. Contohnya, Kepala Dinas Pendidikan Sopingi yang harus bertukar posisi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Puguh Harnoto.
Kemudian, Direktur RSUD Nganjuk dr Tien Farida Yani yang menjadi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Nganjuk. Sementara, dr Hendriyanto yang sebelumnya sebagai kadinkes menjadi staf ahli. Lalu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gunawan Widagdo digeser menjadi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menggantikan Sri Handariningsih. Sedangkan, Handariningsih pindah menjadiKepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk. (selengkapnya lihat table, red).
tabel mutasi jabatan
Menurut Marhaen, pergeseran posisi pejabat pimpinan tinggi pratama itu hal yang wajar. “Fungsinya adalah untuk melakukan penyegaran,” tandasnya.
Untuk itu, Marhaen berpesan kepada pejabat baru untuk tidak bersantai-santai. Karena akan ada masa evaluasi selama enam bulan ke depan. Tujuannya adalah untuk melihat seberapa banyak inovasi yang dibuat oleh pejabat baru. “Jika pejabat tidak inovatif, maka ada kemungkinan mereka akan dimutasi,” tambahnya.
Di waktu yang sama, Marhaen juga berpesan kepada beberapa pejabat baru untuk sat set. Salah satunya kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk yang baru yaitu Suharono. Dalam pesannya, Marhaen memiliki harapan kepada Dishub Nganjuk untuk menyelesaikan masalah lampu penerangan jalan umum (PJU). “Banyak tugas yang harus segera dikerjakan. Tidak boleh lambat, harus sat set,” tandasnya.
Marhaen memastikan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk berjalan dengan transparan. Bahkan, Marhaen menggaransi mutasi kemarin berjalan dengan Rp 0. “Semuanya Rp 0,” katanya.
Sementara itu, mutasi pejabat eselon II kemarin, tidak terlihat ketegangan atau terkejut. Maklum, kabar mutasi besar-besaran tersebut sudah didengar sejumlah pihak beberapa minggu sebelumnya. Bahkan, sejumlah pejabat yang ditemui wartawan koran ini mengaku sudah mendengar akan dimutasi. Termasuk, pos mana yang akan ditempati. “Kok beritanya sudah di mana-mana ya,” ujarnya sambil meminta wartawan koran ini merahasiakan identitasnya.
Bagi pejabat pemkab ini, dia tidak mempersoalkan akan dimutasi di mana. Karena baginya, bekerja di mana saja, sama saja. Yang penting, dia bisa bekerja dengan tenang dan tanpa tekanan. “Saya selalu siap saja,” ujarnya. (wib/tyo)