NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk harus mengevakuasi tiga sarang tawon dalam semalam. Hal itu terjadi pada Rabu malam (30/7), petugas melaksanakan tiga kali evakuasi sarang tawon di lokasi berbeda, yakni Kecamatan Nganjuk, Gondang, dan Berbek.
Operasi Tangkap Tawon (OTT) itu dilakukan secara maraton sejak pukul 18.00 WIB hingga larut malam. Beruntung, ada pos bantu damkar yang selalu backup. OTT pertama berlangsung di rumah milik Andriyanto Romadhon Kurniawan yang berada di Desa Ploso, Kecamatan Nganjuk. Laporan diterima pukul 16.45 WIB dan ditindaklanjuti pukul 18.00 WIB oleh tim Siaga 1 Mako Damkar dengan mengerahkan mobil operasional Fire Commander.
Baca Juga: Selingkuh Bikin Puluhan ASN dan Polri Gugat Cerai!
“Jenis tawon yang kami evakuasi adalah vespa affinis. Sarangnya terletak di atap rumah,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Tak berselang lama, laporan kedua masuk dari Dusun Kalangan, Desa Mojoseto, Kecamatan Gondang. Pelapor bernama Samsul, 57, melaporkan adanya sarang tawon besar di atap pohon dekat rumahnya. Usai laporan tersebut, pukul 18.45 WIB, personil dari Pos Rejoso langsung menuju lokasi dengan membawa kendaraan mobil carry dan perlengkapan evakuasi. “Karena sarangnya berada cukup tinggi, butuh kehati-hatian lebih,” tambah Imam.
Evakuasi ketiga dilakukan di Dusun/Desa Bendungrejo, Kecamatan Berbek. Laporan disampaikan oleh Slamet, 69, warga setempat, pukul 20.45 WIB. Petugas Pos Bantu Pace segera bergerak dan tiba di lokasi pada pukul 21.15 WIB.
Baca Juga: Marhaen Mutasi 52 Pejabat Eselon III-IV
Sarang tawon berada di pohon jati yang ada di pekarangan warga. Meski dengan kondisi gelap, evakuasi tetap dilaksanakan dengan alat bantu penerangan dan standar keamanan lengkap. “Sarang sudah berhasil kami musnahkan. Kami imbau warga segera melapor jika menemukan sarang tawon serupa, jangan mencoba menanganinya sendiri,” ujar Imam
Hingga akhir Juli ini, Damkar Nganjuk telah menangani puluhan evakuasi sarang tawon. Jumlah itu diprediksi akan terus bertambah seiring musim kemarau yang membuat serangga lebih aktif berkembang biak. (nov/tyo)
Editor : Miko