PKL Gedung Juang 45 Pusing! RSUD Nganjuk Rencana Bangun Gedung Baru
Karen Wibi• Senin, 4 Agustus 2025 | 17:30 WIB
MULAI WASWAS: Pedagang kaki lima (PKL) di Gedung Juang 45 Nganjuk menjamur kemarin. Mereka mengaku pusing tujuh keliling saat mengetahui Gedung Juang 45 Nganjuk akan dibongkar untuk RS
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tidak semua pihak menyambut positif rencana pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk. Pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Gedung Juang 45 Nganjuk mengaku pusing tujuh keliling.
Hal itu seperti yang disampaikan oleh salah satu pedagang bernama Alawi. Pria yang kini berusia 40 tahun itu khawatir jika rencana tersebut benar-benar terjadi dalam waktu dekat. Karena otomatis, dia harus kehilangan tempat untuk berjualan. “Saya dan teman-teman pasti bingung kalau rencana itu benar-benar terjadi,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Alawi mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, dia berjualan mainan anak-anak di Gedung Juang. Ada alasan mengapa Alawi memilih tempat tersebut.
Salah satunya karena Gedung Juang banyak dikunjungi anak-anak setiap hari. Bahkan akan lebih ramai ketika mendekati akhir pekan. “Pengunjung di tempat lain tidak sebanyak di sini. Mungkin ada Alun-Alun Nganjuk, tapi lebih ramai di sini,” tambah pria asal Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk itu.
Total, selama satu hari, Alawi rata-rata bisa mendapat untung Rp 50 ribu. Uang tersebut yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Namun, beberapa hari terakhir, dia mendapat kabar jika Gedung Juang 45 Nganjuk akan digunakan untuk pengembangan RSUD Nganjuk.
Hal itu tentu membuat Alawi resah. Dia khawatir akan kehilangan tempat berjualan. Karena dipastikan, saat Gedung Juang digunakan, dia harus mencari tempat baru. “Kalau buka dari awal pasti harus cari pelanggan baru lagi. Pasti sulit karena harus mulai dari awal,” tandasnya.
Keresahan serupa juga dikatakan pedagang lain bernama Suwono. Dia mengatakan waswas ketika pengembangan RSUD Nganjuk sampai harus mengambil wilayah Gedung Juang. Pria yang kini berusia 47 tahun itu takut jika dia harus kehilangan tempat untuk mencari uang. “Semoga ada solusi. Jangan sampai kami dipindah begitu saja,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, RSUD Nganjuk berencana untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSD Nganjuk. Salah satunya adalah dengan menambah luas rumah sakit yang berada di Kecamatan Nganjuk itu. Untuk menambah luas rumah sakit, mau tak mau, Pemkab Nganjuk harus menggunakan Gedung Juang 45 Nganjuk. Karena untuk menjadi rumah sakit kelas B, maka RSD Nganjuk harus memiliki luas 5 hektare. Sedangkan saat ini, RSUD Nganjuk hanya memiliki lahan seluas 2,6 hektare. Jika ditambah dengan Gedung Juang 45 Nganjuk, luas rumah sakit hanya bertambah menjadi 4 hektare.
Sedangkan pilihan kedua adalah dengan membangun rumah sakit baru di area Taman Pandan Wilis. Lokasi tersebut dipilih karena dianggap strategis. Pertama karena pemkab memiliki tanah luas di wilayah tersebut. Selain itu lokasi rumah sakit juga dekat dengan jalan raya atau gerbang Exit Tol Begadung. Namun anggaran yang harus dikeluarkan untuk membangun rumah sakit sangat besar.
Lalu pilihan ketiga adalah merenovasi dua ruangan di rumah sakit. Yaitu Ruangan Sedudo dan Wijayakusuma. Rencannaya dua ruangan itu akan dibangun menjadi gedung tujuh lantai.
Mantan Direktur RSUD Nganjuk dr Tien Farida Yani mengatakan, pembangunan gedung RSUD Nganjuk tidak akan membuat pedagang di sana kehilangan tempat berjualan. "Kami akan siapkan tempat agar pedagang tetap bisa berjualan," ujarnya.
Dokter perempuan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk ini mengatakan, untuk penataan PKL tersebut akan dilakukan koordinasi dengan dinas terkait. Sehingga, PKL di sekitar Gedung Juang 45 Nganjuk tidak dirugikan.(wib/tyo)