Bupati Marhaen Minta Bantuan BNPB Bangun Jembatan Lama Kertosono
Karen Wibi• Senin, 4 Agustus 2025 | 18:05 WIB
BERSEJARAH: Bupati Marhaen Djumadi meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membangun Jembatan Lama Kertosono yang rusak parah karena sangat vital.
Jadi Jalur Alternatif untuk Siswa dan Mengatasi Macet
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bupati Marhaen sat set menangani persoalan Jembatan Lama Kertosono. Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadiberencana untuk membangun ulang Jembatan Lama Kertosono. Sayangnya, di tahun ini, pemkab belum memiliki anggaran yang cukup. Oleh karena itu, dalam waktu dekat, pemkab akan meminta bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kang Marhaen mengatakan, saat ini, Pemkab Nganjuk berniat untuk memperbaiki Jembatan Lama Kertosono.
Hal ini karena Jembatan Lama Kertosono merupakan akses penting bagi masyarakat Nganjuk dan Kediri. Karena akses tersebut dianggap mudah dilalui oleh pejalan kaki hingga kendaraan roda dua atau tiga.
Bupati Marhaen Djumadi dan Wabup Trihandy Cahyo Saputro
Sebaliknya, Jembatan Baru Kertosono, dianggap terlalu padat arus lalu lintasnya. Bahkan jembatan yang juga menghubungkan Nganjuk-Kediri itu rawan macet. Terlebih di jam padat. Yaitu pada pagi dan sore hari. “Jembatan Baru Kertosono itu sempit. Dulu pernah ada kecelakaan dan arus lalu lintas di sekitar lokasi macet total,” tambahnya.
Oleh karena itu, Pemkab Nganjuk berniat untuk membangun Jembatan Lama Kertosono. Sayangnya, di tahun ini, Pemkab Nganjuk tidak memiliki pos anggaran pembangunan jembatan. Alasannya karena adanya efisiensi.
Untuk memuluskan rencana itu, Pemkab Nganjuk berencana untuk meminta bantuan kepada BNPB. Bahkan, minggu lalu, Marhaen dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro sudah berkunjung ke BNPB. “Semoga rencana perbaikan Jembatan Lama Kertosono berjalan dengan lancar,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Lama Kertosono ambles pada 10 September lalu. Sisi jembatan yang ambles tersebut berada di sebelah barat. Penyebabnya adalah karena bangunan yang sudah terlalu tua.
Pasca ambles, kondisi jembatan semakin mengenaskan. Salah satunya karena rangka bawah yang terus tergerus aliran Sungai Brantas. Jika tidak segera diperbaiki dalam waktu dekat, jembatan tersebut dapat ambruk.
Pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Nganjuk-Kediri itu sempat direncakan di tahun ini. Itu setelah kunjungan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pada November 2024. Sayangnya, hingga kemarin, belum ada kejelasan tentang nasib jembatan. (wib/adv/tyo)