Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pagi Atasi Kebakaran, Malam Hadapi Tawon: Kerugian Korban Capai Jutaan Rupiah

Novanda Nirwana • Senin, 4 Agustus 2025 | 16:27 WIB

KERJA KERAS: Petugas Damkarmat memadamkan si jago merah yang melalap rumah Abdul Rochim, warga Bagor.
KERJA KERAS: Petugas Damkarmat memadamkan si jago merah yang melalap rumah Abdul Rochim, warga Bagor.

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk– Dalam sehari, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk harus menangani tiga kejadian berbeda. Dua kasus kebakaran akibat pembakaran sampah, dan satu operasi penanganan sarang tawon jenis vespa affenis. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun mengakibatkan kerugian puluhan juta rupiah.

Peristiwa pertama, kebakaran terjadi pada Sabtu (2/7), api berkobar di tumpukan kayu terjadi pukul 09.25 WIB di Dusun Kemlokolegi, Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso. Api berasal dari sampah yang dibakar oleh pemilik kayu, Dhita Nanda Fitri, 23. Api menjalar ke tumpukan kayu yang ada di dekatnya karena terpaan angin. "Petugas dari Pos Bantu Rejoso yang tiba dua menit setelah laporan langsung melakukan pemadaman," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.

Beruntung, api berhasil dijinakkan sekitar pukul 14.00 WIB. Kerugian korban mencapai Rp 5 juta.

Beberapa jam kemudian, kebakaran lagi terjadi di Dusun Prayungan, Desa Selorejo, Kecamatan Bagor. Rumah milik Abdul Rochim, 31 nyaris ludes. Diduga api berasal dari pembakaran sampah yang menjalar ke tumpukan kayu.  "Kami menerjunkan satu armada dan personel mako," ujar Imam.

Akibat kejadian tersebut, sebagian rumah Abdul hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 12 juta.

Sementara itu, petang harinya pukul 18.15 WIB, muncul laporan adanya sarang tawon di rumah Nur Hayati, 42, warga Dusun Kedungboto, Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo.

Petugas dari Pos Bantu Lengkong bersama Unit Damkarmat 02 segera bergerak melakukan evakuasi.  Sarang tawon berhasil ditangani tanpa ada korban, meskipun jenis tawon ini dikenal agresif dan berbahaya.

Melihat tingginya potensi kebakaran, Damkarmat Nganjuk kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Terlebih saat ini kondisi angin di Nganjuk cukup kencang. “Kami imbau warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah terbuka, apalagi dekat bahan yang mudah terbakar seperti kayu,” ungkap Imam. (nov/tyo)

Editor : Miko
#Damkarmat #sarang tawon #nganjuk #kebakran #Pemadam