NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ratusan pekerja di Kabupaten Nganjuk tak mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Mereka tak kunjung mengambil bantuan hingga batas akhir yang telah ditentukan pada Rabu (6/8).
Berdasarkan data dari Kantor Pos Nganjuk, total nilai bantuan yang tidak tersalurkan mencapai Rp 366.600.000. Dana tersebut kini harus dikembalikan negara sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Total penerima BSU di Nganjuk tahun ini sebanyak 16.868 orang. Dari jumlah itu, yang berhasil mengambil hingga batas waktu terakhir sebanyak 16.257 orang. "Sisanya, 611 orang tidak datang hingga deadline, sehingga bantuan dinyatakan hangus," ungkap Dedi Purwanto, Marketing Supervisor Kantor Pos Nganjuk.
Dedi menjelaskan, BSU ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Namun dalam pelaksanaannya, proses pencairan hanya bisa dilakukan dalam rentang waktu tertentu. Setelah melewati tenggat, sistem otomatis akan menutup akses pencairan. "Jadi yang 611 ini tidak bisa lagi mengambil," lanjutnya.
Baca Juga: BSU 647 Warga Kota Angin Akan Hangus
Menurut Dedi, pihaknya sudah berupaya maksimal menyosialisasikan masa pencairan BSU ini. Bahkan, mereka sempat membuka pelayanan khusus di hari libur demi mengejar target pencairan maksimal. Selain itu, petugas Kantor Pos juga rutin menginformasikan langsung ke masing-masing perusahaan.
Namun demikian, ada berbagai alasan mengapa ratusan pekerja tersebut tidak datang mengambil. "Ada yang sudah pindah kerja, ada yang meninggal, bahkan ada yang mengaku tidak tahu sama sekali kalau dapat BSU," ungkap Dedi. (nov/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis