Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Harga Brambang Melejit! Ratusan Warga Nganjuk Serbu Sawah, Ngasak Dapat Rp100 Ribu dalam Hitungan Jam

Karen Wibi • Jumat, 15 Agustus 2025 | 14:00 WIB

SEMAKIN MARAK: Warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor ngasak brambang kemarin. Sehari ngasak bawang merah, mereka bisa mendapatkan uang sekitar Rp 100 ribu.
SEMAKIN MARAK: Warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor ngasak brambang kemarin. Sehari ngasak bawang merah, mereka bisa mendapatkan uang sekitar Rp 100 ribu.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Harga brambang yang melonjak membuat warga berbondong-bondong ngasak. Saat ada petani bawang merah panen, mereka langsung mencari sisa panen. Hal itu terjadi saat panen raya bawang merah di beberapa daerah di Nganjuk. Salah satunya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor. Di daerah itu, kemarin (14/8), ada puluhan orang ngasak brambang.  Mereka mencari sisa brambang hasil panen di belakang orang yang sedang panen brambang. 

Sunarsih, 43, warga Sugihwaras mengatakan, dia selalu ngasak setiap ada tetangganya panen brambang. “Saat ada panen, saya ngasak bersama tetangga,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Narsih mengatakan, ngasak kali ini berbeda seperti biasanya. Jika biasanya, orang ngasak bisa dihitung dengan jari tetapi kemarin jumlahnya mencapai ratusan orang. Penyebabnya, panen raya brambang sedang berlangsung. “Harga brambang yang naik membuat orang banyak yang ngasak,” ujarnya. 

Baca Juga: Harga Brambang di Pasar Sukomoro Melambung, Ini Penyebabnya!

Dengan harga brambang di sawah sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, pendapatan orang ngasak juga meningkat. Beberapa jam ngasak, mereka bisa mendapatkan 4-5 kilogram. “Bisa dapat Rp 100 ribuan,” ujar Narsih. 

Agar tidak berebut lahan saat ngasak, Narsih mengatakan, ada grup untuk orang yang ngasak brambang. Mereka akan menentukan lahan brambang mana yang akan dituju. “Kami booking dulu sawahnya sebelum ngasak,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kabul, 50, warga Sugihwaras, Kecamatan Bagor. Menurut dia, ngasak itu tidak bisa sembarangan. Mereka yang boleh ngasak adalah warga setempat. Sehingga, warga luar daerah dilarang masuk ke sawah di sana. “Di sini itu banyak yang ngasak. Jadi, luar daerah tidak boleh masuk,” ujarnya. 

Kabul mengatakan, brambang yang didapat dari ngasak selalu dijual. Sekali ngasak, dia mendapatkan uang sekitar Rp 100 ribu. Uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Lumayan besar hasilnya karena ngasak itu hanya beberapa jam saja,” ujarnya. (wib/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#Brambang #ngasak padi #bawang merah #nganjuk