TREN layang-layang atau layangan di Kota Angin ternyata membawa rejeki bagi sebagdian orang. Salah satunya adalah penjual layang-layang. Bahkan dari berjualan layang-layang hingga senar layang-layang, para penjual dapat meraup omset hingga ratusan ribu. “Jualan online juga di TikTok Shop. Paling jauh pernah kirim ke Kutai, Jambi, Sulawesi juga ada,” ujar Lita.
Untuk pengiriman, dia biasanya mengemas layangan dalam paket isi lima atau sepuluh. Namun, harga di pasar online cenderung lebih tinggi dibanding jual langsung. Sebab ada biaya layanan. “Kalau jual online itu lebih mahal, karena ada pajaknya 15 persen, belum lagi biaya penanganan, biaya admin,” katanya.
Meski begitu, dia mengaku lebih nyaman berjualan langsung karena bisa menjangkau pembeli setempat dengan harga lebih terjangkau.
Biasanya, setiap kali dia siaran langsung di TikTok, anak-anak di sekitar rumah langsung berdatangan. “Mereka tahu jam-jamnya saya live. Kalau saya ngga live, ya mereka ngga kesini. Bahkan yang jauh-jauh juga datang,” ucapnya.
Sementara itu, di waktu tertentu, penjualan layangan bisa lebih tinggi. Dalam sehari, Lita mampu menjual hingga 2.000 layangan. Selain itu dia bisa juga bisa menjual senar layangan. Muai gelas-gelasan seharga Rp1.000, hingga model premium seharga Rp450 ribu. “Yang membedakan itu panjangnya, paling panjang 6 ribu yard. Semakin viral brand-nya, semakin mahal,” jelasnya.
Kendati demikian, harga tinggi bukan karena bahan baku, melainkan mahalnya biaya akomodasi saat kulakan. “Biasanya saya ngejualnya di bawah Rp100 ribu. Tapi kalau di sana barangnya dibatasi, ya bawanya sedikit. Biaya akomodasi akhirnya tidak sesuai,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pembeli asal luar kota yang rela datang ke lapaknya yakni Muhammad Farel. Dia rela datang dari Kelurahan Sukomoro hanya untuk membeli layangan di lapak milik Lita yang berada di Kelurahan Kapas.
“Tadi taunya lihat live, pas say acari lokasinya kok sekitar Nganjuk yaudah saya gas aja,” paparnya.
Farel mengaku dia sudah lama menyukai layangan. Di kota asalnya, Jombang dia juga suka bermain layangan di saat senggang. “Kadang ldiat aja, kadang ikut main. Seru aja litany apalagi kalau sudah turnamen,” pungkasnya. (nov)
Editor : Miko