Nganjuk, JP Radar Nganjuk- Kalau biasanya lomba Agustusan identik dengan panjat pinang, berbeda dengan yang dilakukan warga Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Mereka punya cara unik merayakan Hari Kemerdekaan, yakni dengan lomba panjat tanggul licin.
Menurut Kepala Desa Trayang, Setyo Budi, Tradisi ini sudah berlangsung sejak 2014, berawal dari ide kreatif warga RW 1 Dusun Nglerep. Lokasi lomba pun tak biasa: tanggul Sungai Brantas yang membentang di desa tersebut. Tingginya mencapai sekitar lima meter dengan kemiringan 60 derajat.
Sebelum lomba dimulai, panitia membersihkan rumput di tanggul, lalu menutupinya dengan plastik tebal. Agar semakin menantang, permukaannya dilumuri oli sehingga licin bukan main.
Aturannya mirip panjat pinang. Setiap regu terdiri dari tiga orang dan diberi waktu tiga menit untuk mencoba. Bila gagal, giliran regu lain naik, lalu kembali lagi ke regu sebelumnya. Lomba ini digelar pada Minggu malam (17/8) mulai pukul 20.00 WIB.
Baca Juga: Dari TikTok ke Spotify, Tabola Bale Jadi Fenomena Musik 2025. Ini Profil Musisinya
Suasana berlangsung meriah sekaligus mengundang gelak tawa. Peserta harus menyusun tubuh menjadi “tangga manusia”. Orang pertama tengkurap, orang kedua naik di atasnya, lalu orang ketiga mencoba memanjat keduanya.
Sayangnya, banyak yang gagal sampai puncak. Ada yang harus melompat, tapi malah terpental. Ada pula yang ketika didorong justru ikut melorot ke bawah karena permukaan licin. Penonton pun tak kuasa menahan tawa.
Saking sulitnya medan, lomba baru usai sekitar pukul 23.00 WIB. “Hadiah utamanya uang. Kalau hadiah di atas tanggul hanya hiburan,” jelas Hadi Sutrisno, salah satu panitia.
Bagi warga Trayang, lomba ini bukan sekadar seru-seruan, tapi juga bukti kekompakan dan kreativitas masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-80 RI dengan cara yang tak biasa.
Editor : Jauhar Yohanis