Puluhan Ribu Warga Nganjuk Menganggur, Disnaker Soroti Fenomena ‘Muntaber’

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Jumat, 22 Agustus 2025 | 03:15 WIB
Puluhan ribu orang nganggur
Puluhan ribu orang nganggur

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Angka pengangguran menjadi persoalan di Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan data di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk, pengangguran di Kota Angin mencapai puluhan ribu orang.

Totalnya sebanyak 24.297 orang. Menurut Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Itsna Shofiani, sebenarnya jika dibandingkan tahun lalu, angka pengangguran mengalami penurunan. “Tahun lalu itu angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk mencapai 27.910 orang,” ujarnya.

Banyaknya pengangguran di Kota Angin tersebut tidak hanya disebabkan sedikitnya lapangan pekerjaan. Namun, mentalitas para calon tenaga kerja Kota Angin yang tidak siap masuk di dunia kerja. “Banyak yang muntaber. Mundur tanpa pemberitahuan,” ujar Itsna.

Saat bekerja di perusahaan, tenaga kerja Kabupaten Nganjuk merasa tidak nyaman. Tuntutan target dan produktivitas membuat mereka kesulitan beradaptasi. Akibatnya, mereka tidak bertahan lama. “Setelah menerima gaji bulan pertama langsung memilih resign,” ujarnya.

Hal itu yang membuat HRD perusahaan di Kabupaten Nganjuk mengeluh. Karena mereka telah merekrut dan memberi pelatihan. Kemudian, sebulan kerja dan akhirnya keluar tanpa pemberitahuan.
Menurut Istna, kasus muntaber cukup banyak di Nganjuk. Sehingga, angka pengangguran di Nganjuk mencapai puluhan ribu orang. “Ini menjadi PR kami agar tenaga kerja bisa lebih disiplin dan bermental kuat,” tandasnya.

Itsna menambahkan, pekerja yang muntaber itu merugikan perusahaan. Karena berdampak pada produktivitas dan stabilitas tenaga kerja. Padahal, kata dia, hubungan kerja seharusnya bisa saling menguntungkan antara perusahaan dan karyawan.

Karena itu, pihaknya menegaskan langkah ke depan tidak hanya menekan angka pengangguran tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Pelatihan, pembekalan soft skill, hingga pembinaan mental kerja akan terus kami dorong agar tenaga kerja kita lebih siap bekerja,” pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : Miko
pengangguran disnaker nganjuk muntaber kerja KOTA ANGIN mundur