Karnaval Desa Drenges Nganjuk, Warga Sewa Dancer Viral demi Meriahkan HUT RI
Novanda Nirwana• Senin, 25 Agustus 2025 | 19:00 WIB
NGEBON DANCER: Dancer luar desa hingga luar daerah tampil di karnaval Desa Drenges, Kertosono (23/8).
Adu Gengsi saat Karnaval HUT RI
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Karnaval di Nganjuk tidak hanya jor-joran make up, mobil hias, dan kostum. Namun, saat ini ada tren baru. Yaitu, jor-joran dancer. Hal itu terlihat saat karnaval di Desa Drenges, Kecamatan Kertosono.
Yustin, 40, warga setempat yang rela merogoh kocek cukup dalam demi mendatangkan dancer profesional dari luar kota.
Bukan sembarang dancer. Yustin mengaku sengaja menghubungi dancer yangviral di TikTok.“Saya cari dancer yang sudah fyp, biar ramai penonton,” ungkapnya.
Tak hanya dari luar kota saja, melainkan juga ada dancer dari Nganjuk.
Harga sewanya tidak main-main. Untuk ngebon dancer asal Tulungagung dan Nganjuk itu, Yustin harus menyiapkan dana Rp 2 juta.
Meski begitu, ia menilai biaya itu sebanding dengan atmosfer meriah yang tercipta. “Kalau hanya truk dan sound saja, biasa. Tapi kalau ada dancer, penonton lebih semangat,” tambahnya.
Untuk armada, Yustin mengaku lebih beruntung karena menggunakan truk dan sound milik temannya sendiri. Alhasil, biaya yang ia keluarkan relatif miring, sekitar Rp 5 juta.
Tak hanya mendatangkan dancer, Yustin juga menggandeng karang taruna di desanya untuk ikut memeriahkan arak-arakan. Namun, yang paling menyedot perhatian publik tentu saja sosok dancer yang sebelumnya viral di media sosial. Bahkan baru jalan dari start saja banyak penonton yang mengerubungi dancer hanya untuk memotret atau memvideo dari dekat.
Menurut Yustin, ini kali pertama dirinya menggunakan jasa dancer luar kota. Tahun lalu, ia hanya tampil dengan sound system standar. “Tahun ini ramai banget. Mungkin tahun depan bisa tambah dancer lagi,” ujarnya.
Fenomena jor-joran dancer di karnaval sound horeg memang belakangan makin populer. Kehadiran penari jalanan yang biasa tampil di event musik atau panggung hiburan, kini diboyong ke ruang publik. Bahkan beberapa diantaranya ada yang nyawer ke para dancer yang unjuk kebolehan.
Sementara itu, Anggun, 18, salah satu dancer mengaku mendapat banyak job saat bersih desa dan karnaval. "Video saya banyak yang viral. Jadi, saya sering dapat job dancer saat bersih desa dan karnaval," ujarnya.
Anggun mengatakan, untuk sekali tampil, dia tidak mematok tarif khusus. Karena dia akan melihat lokasi dan eventnya. "Biasanya sekali tampil minimal Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta," ujarnya. (nov/tyo)