NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Harga bawang merah di Pasar Sukomoro anjlok kemarin. Jika sebelumnya harga brambang Rp 30 ribu, kemarin menjadi Rp 26 ribu per kilogram. “Turun Rp 4 ribu per kilogram,” ujar Patmi, 60, salah satu pedagang bawang merah di Pasar Sukomoro.
Menurut Patmi, penurunan harga brambang terjadi setiap hari. Hal ini karena stok di pasar membeludak. Sedangkan, permintaan tidak banyak. Sehingga, pedagang brambang kesulitan menghabiskan brambang dagangannya. “Ini saya jual sepuluh karung brambang berisi 75 kilogram, masih tersisa satu karung,” ujarnya.
Pedagang brambang yang berjualan selama puluhan tahun ini mengatakan, setiap hari, pembeli tidak tentu. Namun jika di rata-rata, per harinya paling banyak 10 karung dan paling sedikit lima karung. “Permintaan tidak banyak,” ujar perempuan asal Sukomoro ini.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh pedagang bawang merah bernama Darmiati. Perempuan kelahiran 1964 ini mengatakan harga bawang merah sedang turun. Sebab sebelumnya harga bawang merah per kilogram ini sempat mencapai Rp 37 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram. “Kalau sekarang yang bawang merah lokal kondisi kering Rp 30 ribu per kilogram,” ujarnya.
Darmiati mengatakan, harga bawang merah bervariasi. Jika bawang merah kondisi kering dan kualitas super masih Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan, brambang setengah kering dengan kualitas medium hanya dijual Rp 28 per kilogram. Sedangkan, brambang dengan kondisi basah Rp 26 ribu per kilogram. “Kalau harga turun seperti ini pembeli juga sepi karena stok melimpah,” ujarnya. (ara/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis