NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Nganjuk harus waspada. Karena Agustus menjadi puncak kemarau. “Bulan September akan mulai sering turun hujan,” ujar Setiyaris, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Sawahan Nganjuk.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, laki-laki yang kerap disapa Yaris mengatakan, tiga hingga lima hari kedepan akan terjadi angin akan terasa kencang. Salah satu penyebabnya di daerah utara ada bibit siklon berlokasi di laut China. Tepatnya di barat Filipina. “Bibit siklon atau tekanan rendah ini akan menarik massa udara dari selatan, massa udara dari selatan tepatnya dari Australia ini melewati wilayah Indonesia salah satunya Nganjuk,” imbuhnya.
Karena hal tersebut membuat kecepatan angin di wilayah Kabupaten Nganjuk mengalami peningkatan. Kejadian angin kencang di wilayah Kabupaten Nganjuk ini sebenarnya sudah menjadi fenomena rutin. Yang perlu diwaspadai masyarakat harus mengenali lingkungannya. “Jika di sekitar kita ada pohon atau baliho yang mudah roboh untuk segera ditangani untuk meminimalisir terjadi kejadian tidak diinginkan,” ujarnya.
Baca Juga: BPKAD Nganjuk Segera Lelang Ulang Ambulans Rongsok, Harga Bakal Diturunkan
Selain berangin, suhu saat ini terasa terik dan kering hal tersebut karena tidak adanya uap air. Sehingga membuat tangan dan badan terasa menyengat. Karena di atmosfer tidak ada awan yang menghalangi. Sinar matahari langsung masuk ke bumi. Fungsi awan selain untuk menjaga kehangat, namun juga melindungi paparan matahari secara langsung.
Puncak musim kemarau ini rupanya mempengaruhi pertumbuhan tanaman bawang merah yang menjadi salah satu komoditas hortikultura di Kabupaten Nganjuk. Sebab, bawang merah membutuhkan penguapan yang tinggi. Artinya semakin kencang angin, membuat penguapan semakin tinggi. Akan tetapi perlu upaya petani untuk melakukan penyiraman. (ara/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis