Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bediding Menyerang Warga Kota Angin, Suhu Pagi Tembus 22 Derajat Celcius

Habibah Anisa M. • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 13:15 WIB

SUHU DINGIN: Matahari terbenam di Kabupaten Nganjuk kemarin. Bediding bikin warga Kota Angin kedinginan saat malam hari dan pagi hari.
SUHU DINGIN: Matahari terbenam di Kabupaten Nganjuk kemarin. Bediding bikin warga Kota Angin kedinginan saat malam hari dan pagi hari.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Warga Kabupaten Nganjuk mulai merasakan bediding. Penurunan suhu udara yang drastis dan terasa sangat dingin pada malam dan pagi hari ini menyerang warga dalam seminggu terakhir. Bahkan, diprediksi bediding akan terjadi hingga besok. Suhu bisa mencapai 22 derajat celcius pada pagi hari. “Beberapa hari ini suhu di Nganjuk memang lebih dingin dibanding beberapa hari yang lalu,” terang Setiyaris, PMG Madya BMKG Sawahan Nganjuk. 

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, laki-laki yang kerap disapa Yaris ini mengatakan, bediding di Nganjuk terjadi saat musim kemarau. Hal ini dipengaruhi angin yang berasal dari benua Australia. Sehingga, kondisi angin ini sangat minim dengan uap air. 

Saat ini, Nganjuk memasuki puncak kemarau. Sehingga, tutupan awan di atmosfer kecil. Akibatnya, panas yang terserap oleh bumi akan cepat dikembalikan ke atmosfer. “Sehingga bumi akan lebih cepat dingin, ini yang menjadi penanda bahwa kita sedang memasuki puncak kemarau,” terang Yaris. 

Meski pada saat malam hari akan terasa dingin. Namun ketika siang hari suhu akan terasa menyengat. Suhu menyengat ini dikarenakan posisi matahari menuju ke ekuator. Nantinya ketika di bulan September tepatnya di tanggal 22 dan 23 posisinya akan berada di ekuator. Sehingga nanti ketika Oktober dan November matahari akan berjalan ke arah selatan. “Salah satu penyebab terik dan kering ini karena tidak ada uap air, dan membuat terasa menyengat di kulit,” ujar Yaris.

Selain karena posisi matahari yang sedang menuju ekuator. Namun juga karena tidak ada kumpulan awan yang menutupi sinar matahari ke bumi. Karena selain untuk menjaga kehangatan, namun juga melindungi dari paparan matahari langsung. 

Saat musim kemarau matahari berada di sebelah utara. Sehingga tekanan yang berada di utara ini lebih rendah dibanding yang berada di selatan. Dan massa udara bergerak ke selatan menuju utara. Karena dari selatan dari selatan berasal dari benua Australia yang berupa daratan kondisinya kering dan minim air. Sehingga, air sangat terbentuk dan curah hujan yang turun sedikit.

Bediding di Nganjuk ini membuat Mutiara, 27, warga Jongbiru, Kabupaten Kediri yang tinggal di Nganjuk seminggu ini merasa kaget. Setiap hari, dia selalu memakai jaket  tebal. “Anginnnya kencang dan dingin sekali Nganjuk saat pagi dan malam hari,” ujarnya. (ara/tyo)

Editor : Miko
#warga #dingin #nganjuk #kemarau #suhu #KOTA ANGIN #bediding