Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Berlubang 1,2 Kilometer, Hanya Mampu Menambal 409 Meter

Habibah Anisa M. • Minggu, 31 Agustus 2025 | 01:15 WIB

TERGANJAL EFISIENSI: Perbaikan jalan di Desa Sumengko - Kecubung kurang dari separo karena keterbatasan anggaran.
TERGANJAL EFISIENSI: Perbaikan jalan di Desa Sumengko - Kecubung kurang dari separo karena keterbatasan anggaran.

Melihat Kondisi Jalan Rusak di Kota Angin

Efisiensi anggaran membawa dampak yang besar terhadap pembangunan di Kabupaten Nganjuk. Kerusakan jalan di Jalan Raya  Sukomoro-Kecubung  menjadi    buktinya. Pemkab Nganjuk tak mampu memperbaiki jalan berlubang dan bergelombang di sana 100 persen.

Perbaikan jalan di Desa Nglaban, Kecamatan Loceret saat ini sedang dalam proses. Perbaikan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk. Proses pengerjaan sudah mulai dilakukan pada 22 Juli lalu, sesuai dengan rencana jalan tersebut akan selesai pada 19 Oktober mendatang. “Pengerjaan dilakukan selama 90 hari,” terang Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Onny Supriyono. 

Baca Juga: Jalan Raya Sukomoro Bikin Oleng Pengendara

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk. Onny menjelaskan bahwa kerusakan Jalan Sukomoro- lKecubung panjang kerusakan  sekitar 1,2 kilometer. Namun dalam pemeliharaan berkala hanya mampu menangani kondisi jalan rusak sepanjang 409 meter. “Jadi jalan yang belum tertangani ada sekitar 900 meter. Semoga penganggaran berikutnya kita bisa melaksanakan perbaikan jalan tersebut karena kita menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” imbuhnya. 

Dalam papan penanda kegiatan yang berada di lokasi. Di sana tertera bahwa untuk pemeliharaan jalan tersebut nilai kontraknya sekitar 1.347.548.000. Sumber dana dari APBD Kabupaten Nganjuk. Dimana tim perencana berasal dari CV Karya Sejahtera, CV Bregas Utami sebagai pelaksana, dan CV Tirta Alam Consultant sebagai pengawas. 

Pekerja memperbaiki Jalan Sumengko - Kecubung
Pekerja memperbaiki Jalan Sumengko - Kecubung

Masih kata Onny bahwa kegiatan pemeliharaan berkala dilakukan di Jalan Sukomoro-Kecubung yang berada di Desa Nglaban, Kecamatan Loceret ini menggunakan konstruksi rigid beton.  Dimana dengan panjang jalan 409 meter, dengan lebar lima meter. “Untuk jangka waktu pelaksanaan 90 hari kalender,” imbuhnya. 

Dari semua jenis konstruksi jalan, bukan tanpa alasan kenapa PUPR Kabupaten Nganjuk memilih rigid beton. Alasan kenapa memilih rigid beton, hal tersebut dikarenakan dapat memperpanjang umur jalan yang dibangun. Hal tersebut jika dibandingkan dengan jenis konstruksi lentur berupa aspal. Selain itu, pemilihan rigid beton ini melihat lokasi jalan yang dekat dengan area persawahan dan sungai. Dimana kontur medan tanah bergerak. 

“Saat ini pengerjaan sudah sekitar 50,22 persen. Target minggu ini selesai untuk satu ruas,” terang Saiful Anam sebagai pengawas. Laki-laki asal Surabaya ini menjelaskan bahwa setelah satu ruas jalan selesai dilakukan rigid beton. Akan diistirahatkan selama 28 hari, hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pengeringan beton. Setelah tersebut jalan akan baru dibuka. 

Baca Juga: Jalan Raya Sukomoro Bikin Oleng Pengendara

Selama pengerjaan Jalan Sukomoro-Kecubung ini sudah tahap pengecoran. Dimana pengecoran ini dilakukan secara bertahap. Karena tidak memungkinkan untuk dilakukan penutupan total, saat ini pengerjaan jalan sebelah kanan jika dari arah Sukomoro. “Adanya pemeliharaan jalan diharapkan kendaraan muatan berat untuk mematuhi rambu pengalihan arus lalu lintas, diharapkan dengan arus lalu lintas yang dialihkan membuat perbaikan atau pemeliharaan berkala tersebut bisa sesuai dengan skedul,” kata Onny.

Dari pengamatan yang dilakukan, meski sudah terdapat tanda pengalihan arus lalu lintas yang terpasang di pertigaan Jalan Warujayeng- Nganjuk yang berada di Desa Kecubung, Kecamatan Pace. Namun masih banyak kendaraan muatan berat yang melintas di lokasi perbaikan atau pemeliharaan jalan. Hal ini yang sangat disayangkan oleh petugas konstruksi yang berada di lapangan. “Waktu ada karnaval rambunya malah sempat hilang,” keluh Beni 

Beni mengatakan bahwa tidak hanya kendaraan pribadi saja yang melintas. Namun juga kendaraan besar. Hal ini sangat mengganggu proses perbaikan atau pemeliharaan jalan. (ara/tyo)

Editor : Miko
#sukomoro #kecubung #efisiensi anggaran #berlubang #tambal jalan #jalan rusak