Menyikapi hal itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengajak masyarakat untuk menjaga Kabupaten Nganjuk. Ajakan Kang Marhaen menjaga Kabupaten Nganjuk disampaikan lewat status WhatsApp (WA)
Dia meminta Kabupaten Nganjuk harus tetap kondusif. “Kabupaten Nganjuk tetap harus kita jaga agar kondusif,” ujarnya.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga Nganjuk. Salah satunya dengan tidak melakukan demo secara anarkis. Entah itu melakukan pembakaran pada fasilitas umum (fasum) atau penjarahan di tempat tertentu.
Selain itu, jika terlanjur mengikuti demo, Marhaen mengimbau kepada pendemo untuk berhati-hati.
Entah itu kepada penyusup atau provokator. Karena ditakutkan penyusup dan provokator dapat memperkeruh suasana. “Hati-hati ada provokator dan penyusup. Jangan sampai masyarakat Nganjuk terprovokasi,” ingatnya.
Selain itu, Marhaen juga mengimbau kepada keluarga di Nganjuk untuk mengawasi anggota keluarga yang lain. Terlebih kepada anak-anak di bawah umur.
Penjagaan yang dimaksud seperti melarang anak-anak keluar di waktu malam. Hal tersebut dinilai dapat mengurangi potensi kerusuhan di Nganjuk. “Mari jaga anak-anak kita agar tidak keluar di malam hari,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto menjelaskan, belum ada arahan untuk menunda kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabupaten Nganjuk. Artinya KBM masih berlangsung secara normal hari ini. “Sampai detik ini, belum ada arahan yang mengatakan tentang penundaan KBM,” ujarnya saat dihubungi wartawan koran ini pada Minggu (31/8) sekitar pukul 08.00 WIB.
Meski demikian, Puguh mengimbau KBM untuk dilakukan di dalam ruangan. Sedangkan, KBM yang dilakukan di luar ruangan tidak diperbolehkan kecuali dalam keadaan genting. “KBM difokuskan di dalam ruangan saja untuk sementara waktu,” tambahnya. (wib/tyo)
Editor : Miko