NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Di tengah gempuran permainan modern berbasis gadget, semangat kemerdekaan justru terasa berbeda di SDN Kapas 4 Nganjuk. Puluhan siswa tampak antusias mengikuti berbagai permainan tradisional dalam rangka perayaan HUT RI ke-80 yang digelar di halaman sekolah, Sabtu (30/8).
Baca Juga: Nikmatnya Puding Edible Flower Disantap Saat Cuaca Panas
Sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB, sorak-sorai para peserta sudah memenuhi udara. Ada lomba makan kerupuk, estafet air, cantol centing, baris-berbaris (PBB) dengan mata tertutup, hingga balon berpasangan. Suasana riuh penuh keceriaan membuat acara semakin meriah.
Salah satu momen menarik terjadi ketika Hesbi, siswa kelas satu, berteriak kegirangan saat temannya berhasil menyelesaikan permainan cantol centing. Permainan ini memang membutuhkan kesabaran ekstra karena peserta harus mencantolkan renggong yang dipasang di kepala ke lubang kecil yang digantungkan.
Baca Juga: Berlubang 1,2 Kilometer, Hanya Mampu Menambal 409 Meter
Total ada 49 siswa yang terlibat dalam perlombaan ini, mulai dari kelas satu hingga kelas enam. Rizal, salah satu peserta, mengaku lomba favoritnya adalah makan kerupuk. “Seru banget, apalagi pas kerupuknya goyang kena angin,” ujarnya sambil tertawa.
Tak hanya lomba individu, ada juga lomba berpasangan dan beregu. Misalnya lomba balon berpasangan, di mana dua siswa harus saling membelakangi sambil membawa balon dari garis start ke finish. Jika balon jatuh, mereka wajib mengulang dari awal. Begitu juga dengan estafet air yang menuntut kekompakan tim meski harus rela berbasah-basahan.
Baca Juga: Jalan Rusak di Nganjuk Makan Korban, Harus Ekstrawaspada agar Tidak Celaka
Guru kelas lima, Andriani Diyah Ayu, menuturkan bahwa perlombaan ini tidak hanya melatih konsentrasi tetapi juga kerja sama antar siswa. “Kegiatan ini jadi agenda tahunan sekolah. Permainan tradisional dipilih karena minim risiko cedera dan tetap mendidik,” ungkapnya.
Baca Juga: Penyerapan Anggaran Maksimal 2,5 Bulan
Dengan penuh semangat, anak-anak SDN Kapas 4 membuktikan bahwa permainan tradisional masih mampu menghadirkan keceriaan sekaligus mempererat kebersamaan di momen peringatan kemerdekaan.
Editor : Miko